digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tesis ini mengkaji hubungan antara pengembangan karier, kesempatan promosi, dan kinerja karyawan di PT Sigma Blu (PT Sigma) dalam konteks pascaakuisisi setelah akuisisi PT Gabung Satu dan PT Gabung Dua. Proses integrasi pascaakuisisi membentuk organisasi yang lebih besar dan kompleks, sehingga berdampak pada struktur peran, jalur karier, persaingan internal, serta ekspektasi karyawan terhadap pertumbuhan karier di dalam perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 431 karyawan tetap dari berbagai jenjang jabatan dan masa kerja. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, pengujian kualitas instrumen, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa kinerja karyawan memperoleh nilai rata-rata tertinggi, yang mengindikasikan bahwa responden secara umum menilai kinerja mereka berada pada tingkat yang sangat tinggi. Pengembangan karier juga dipersepsikan secara positif, sedangkan kesempatan promosi memiliki nilai yang lebih rendah dan menunjukkan variasi persepsi yang lebih besar di antara responden. Hasil regresi menunjukkan bahwa pengembangan karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan pengembangan yang lebih jelas, peningkatan kompetensi, dan jalur karier yang terstruktur berkaitan dengan peningkatan kinerja karyawan. Kesempatan promosi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, tetapi arah pengaruhnya negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa kesempatan promosi tidak hanya perlu dipahami sebagai peluang kenaikan jabatan, tetapi juga dapat menjadi sumber persepsi persaingan, ketidakpastian, dan kesenjangan ekspektasi apabila sistem promosi belum sepenuhnya dipersepsikan transparan dan adil. Secara simultan, pengembangan karier dan kesempatan promosi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai R-square sebesar 0,329, yang berarti 32,9% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh model penelitian. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar PT Sigma memperkuat arsitektur karier terintegrasi, mengembangkan jalur pengembangan berbasis kompetensi, memperbaiki tata kelola promosi berbasis merit yang transparan, meningkatkan komunikasi pascaakuisisi, serta menerapkan analitik talenta yang terhubung dengan kinerja untuk menjaga keberlanjutan kinerja karyawan dalam organisasi pascaakuisisi.