Latar belakang dan tujuan: Kerusakan ginjal yang dipicu oleh stres oksidatif dan
inflamasi merupakan salah satu mekanisme utama pada berbagai kondisi nefropati,
sehingga diperlukan strategi terapi suportif yang mampu menargetkan kedua proses
tersebut. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengoptimalkan nanoemulsi
ekstrak daun kemangi (Ocimum americanum L.) dengan sakarida ubi Cilembu serta
mengevaluasi respons molekuler jaringan ginjal tikus Wistar guna menilai potensi efek
nefroprotektif sediaan tersebut. Metode: Nanoemulsi disiapkan melalui pendekatan
bottom-up dengan pembentukan koloid polifenol yang diinduksi pemanasan, diikuti
proses emulsifikasi. Optimasi dilakukan menggunakan metode One Factor At a Time
(OFAT), desain faktorial, dan Box–Behnken Design (BBD) berdasarkan respons ukuran
partikel. Formula terpilih dikarakterisasi dan diuji in vivo melalui biomarker stres
oksidatif–inflamasi, analisis ekspresi gen, dan histopatologi ginjal. Hasil: Formula
optimal diperoleh pada kombinasi faktor sakarida, heksilen glikol, dan gliserin pada
Box–Behnken Design, yang setelah dikonfirmasi secara eksperimental menghasilkan
ukuran partikel sebesar 174,20 ± 4,59 nm. Pada pengujian in vivo, pemberian formula
optimum menurunkan kadar MDA dan TNF-?serta meningkatkan kapasitas
antioksidan total (CUPRAC). Selain itu, kondisi stres oksidatif, inflamasi, dan
apoptosis ginjal yang meningkat pada kelompok induksi mengalami perbaikan, yang
ditunjukkan oleh penurunan signifikan ekspresi gen penanda cedera tubulus dan
apoptosis (KIM-1, vimentin, Casp3, dan Capn1), disertai peningkatan signifikan
ekspresi gen pertahanan antioksidan (Nrf2 dan HO-1) dan penurunan aktivitas jalur
inflamasi NF-?B. Perubahan molekuler tersebut menunjukkan perbaikan kondisi stres
oksidatif, inflamasi, dan kerusakan tubulus ginjal, yang selaras dengan pemulihan
struktur jaringan ginjal pada analisis histopatologi PAS.
Perpustakaan Digital ITB