digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Latar belakang dan tujuan: Kerusakan ginjal yang dipicu oleh stres oksidatif dan inflamasi merupakan salah satu mekanisme utama pada berbagai kondisi nefropati, sehingga diperlukan strategi terapi suportif yang mampu menargetkan kedua proses tersebut. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengoptimalkan nanoemulsi ekstrak daun kemangi (Ocimum americanum L.) dengan sakarida ubi Cilembu serta mengevaluasi respons molekuler jaringan ginjal tikus Wistar guna menilai potensi efek nefroprotektif sediaan tersebut. Metode: Nanoemulsi disiapkan melalui pendekatan bottom-up dengan pembentukan koloid polifenol yang diinduksi pemanasan, diikuti proses emulsifikasi. Optimasi dilakukan menggunakan metode One Factor At a Time (OFAT), desain faktorial, dan Box–Behnken Design (BBD) berdasarkan respons ukuran partikel. Formula terpilih dikarakterisasi dan diuji in vivo melalui biomarker stres oksidatif–inflamasi, analisis ekspresi gen, dan histopatologi ginjal. Hasil: Formula optimal diperoleh pada kombinasi faktor sakarida, heksilen glikol, dan gliserin pada Box–Behnken Design, yang setelah dikonfirmasi secara eksperimental menghasilkan ukuran partikel sebesar 174,20 ± 4,59 nm. Pada pengujian in vivo, pemberian formula optimum menurunkan kadar MDA dan TNF-?serta meningkatkan kapasitas antioksidan total (CUPRAC). Selain itu, kondisi stres oksidatif, inflamasi, dan apoptosis ginjal yang meningkat pada kelompok induksi mengalami perbaikan, yang ditunjukkan oleh penurunan signifikan ekspresi gen penanda cedera tubulus dan apoptosis (KIM-1, vimentin, Casp3, dan Capn1), disertai peningkatan signifikan ekspresi gen pertahanan antioksidan (Nrf2 dan HO-1) dan penurunan aktivitas jalur inflamasi NF-?B. Perubahan molekuler tersebut menunjukkan perbaikan kondisi stres oksidatif, inflamasi, dan kerusakan tubulus ginjal, yang selaras dengan pemulihan struktur jaringan ginjal pada analisis histopatologi PAS.