Cadangan devisa Indonesia dan likuiditas USD antarbank domestik merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan ketahanan sistem keuangan. Dalam beberapa tahun terakhir, pengetatan kondisi moneter global, volatilitas siklus komoditas, serta meningkatnya frekuensi episode risk-off telah memperbesar tekanan eksternal yang dihadapi negara berkembang, termasuk Indonesia. Pada saat yang sama, perubahan struktural di pasar keuangan domestik, seperti meningkatnya partisipasi investor ritel dan berkembangnya platform investasi digital, telah memperkuat permintaan jangka pendek terhadap likuiditas USD. Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan kebijakan yang penting mengenai bagaimana guncangan keuangan global dan kondisi domestik secara bersama-sama memengaruhi cadangan devisa dan likuiditas USD.
Penelitian ini menganalisis dinamika bersama antara cadangan devisa dan likuiditas USD antarbank dengan mengintegrasikan kerangka precautionary reserve motive, global financial cycle, dan dollar liquidity. Dengan menggunakan data makro-keuangan bulanan periode 2010 hingga 2024, analisis dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) multivariat. Model cadangan devisa diestimasi menggunakan OLS standar, sementara model likuiditas USD menggunakan koreksi standar error Newey–West untuk mengatasi adanya autokorelasi. Selain itu, penelitian ini memasukkan kontrol musiman dan dummy pandemi untuk menangkap gangguan struktural.
Hasil penelitian menunjukkan dampak yang bermakna secara ekonomi dan relevan bagi kebijakan. Cadangan devisa sangat dipengaruhi oleh penguatan USD global dan tekanan pendanaan global, sementara kinerja ekspor berperan sebagai penyangga domestik yang menstabilkan melalui arus masuk devisa struktural. Sebaliknya, likuiditas USD antarbank menunjukkan volatilitas jangka pendek yang lebih tinggi dan merespons secara cepat terhadap perubahan tekanan keuangan global, pergerakan harga komoditas, dan sentimen domestik. Bahkan peningkatan moderat dalam kondisi risiko global dikaitkan dengan kontraksi likuiditas USD yang cukup besar, menegaskan perannya sebagai saluran transmisi yang bergerak cepat.
Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan adanya mekanisme ganda dalam menjaga stabilitas eksternal Indonesia, di mana cadangan devisa berfungsi sebagai penyangga yang menyesuaikan secara lebih lambat dan dikelola melalui kebijakan, sementara likuiditas USD mencerminkan tekanan pasar yang bergerak cepat. Asimetri ini mendukung perlunya kerangka pemantauan makro-keuangan berbasis data guna memperkuat respons kebijakan dini terhadap kerentanan eksternal.
Perpustakaan Digital ITB