digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK_ Afina Rizkiya Rahmani [13322009]
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

District Cooling System (DCS) yang diintegrasikan dengan Thermal Energy Storage (TES) merupakan solusi efisiensi pendinginan terpusat yang memungkinkan pergeseran beban dari jam puncak ke non-puncak, namun kinerjanya bergantung pada strategi operasi dan media penyimpanan termal. Penelitian ini mengevaluasi kinerja TES pada DCS melalui simulasi untuk menentukan konfigurasi yang sesuai dengan profil beban pendinginan dinamis gedung kampus, dengan memvariasikan strategi operasi full storage dan load leveling, serta media penyimpanan air dan larutan ethylene glycol 20%. Simulasi dinamis dilakukan menggunakan OpenModelica dengan Modelica Buildings Library, tangki TES dimodelkan dengan pendekatan stratified multi-node, dan profil beban disusun dari skematik empat gedung Labtek ITB. Kinerja dievaluasi menggunakan Half-Cycle Figure of Merit (HCFOM), efisiensi energi, Storage Utilization Ratio (SUR), Peak Load Shaving Factor (PLF), dan rasio ketebalan termoklin terhadap tinggi tangki (WTC/H). Uji konvergensi numerik menunjukkan parameter energi tidak sensitif terhadap jumlah segmen tangki, sedangkan parameter stratifikasi sangat sensitif. Hasil menunjukkan media penyimpanan berpengaruh kecil pada performa energi tetapi signifikan pada stratifikasi, dengan ethylene glycol menghasilkan termoklin lebih tebal. Strategi operasi lebih dominan: load leveling menghasilkan SUR, HCFOM, dan PLF lebih tinggi, sedangkan full storage menghasilkan efisiensi energi lebih tinggi karena chiller tidak terbagi. Tidak ada strategi yang mutlak superior; pemilihan perlu disesuaikan prioritas operasional. Penelitian ini berkontribusi berupa kerangka evaluasi TES dan rekomendasi desain operasional pada konteks beban kampus dinamis.