digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak -JEREMIAH ALFA REYNALDO
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Gugus galaksi merupakan struktur paling masif di alam semesta yang terikat secara gravitasional. Salah satu cara mendeteksi gugus adalah melalui efek Sunyaev-Zel’dovich (SZ)—distorsi spektrum cosmic microwave background (CMB) akibat hamburan Compton invers oleh gas panas antargalaksi. Sinyal SZ dikonversi menjadi massa gugus menggunakan relasi penskalaan berbasis Universal Pressure Profile (UPP), yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mengestimasi jarak diameter sudut DA gugus galaksi. Tugas akhir ini mengevaluasi konsistensi estimasi DA dari katalog Atacama Cosmology Telescope Data Release 5 (ACT DR5) terhadap model kosmologi Flat-?CDM standar (H0 = 70 km/s/Mpc, ?m = 0, 3, ?? = 0, 7). Sampel terdiri dari 210 gugus galaksi dengan pelensa gravitasi kuat, kemudian dipilih 188 gugus pada 0, 2 ? z < 0, 7. Jarak DA dihitung dengan asumsi skala filter tetap ?500 = 2, 4? menggunakan dua estimasi massa: MUPP 500c dan MCal 500c (terkalibrasi pelensaan lemah dengan faktor 0, 71 ± 0, 07). Hasilnya dibandingkan dengan Dmodel A melalui analisis residual ?DA dan nilai RMS per bin ?z = 0, 1. Diperoleh bahwa estimasi DA dari MUPP 500c cenderung overestimate pada z < 0, 5 dan underestimate pada z > 0, 5, dengan RMS terkecil pada bin 0, 5 ? z < 0, 6 (184,55 Mpc). Bias ini bersumber dari asumsi ?500 = 2, 4? yang hanya sesuai dengan ukuran sudut tipikal gugus pada rentang z tersebut. Penggunaan MCal 500c memperbaiki konsistensi pada 0, 5 ? z < 0, 7 (RMS hingga 126,43 Mpc), tetapi memperburuknya pada z < 0, 5. Penyempitan sebaran massa dan DA pada redshift tinggi diduga mencerminkan kondisi fisis gugus: usia alam semesta yang lebih muda pada z tinggi membatasi waktu agregasi dan virialisasi gugus, bukan akibat bias observasional. Simpulan tugas akhir ini adalah ?500 = 2, 4? paling baik untuk estimasi jarak gugus pada 0, 5 ? z < 0, 6. Untuk rentang z lain, nilainya perlu disesuaikan. Data pelensaan gravitasi kuat dalam sampel ini berpotensi dimanfaatkan untuk mengkalibrasi skala sudut tersebut secara empiris dan independen guna meningkatkan akurasi estimasi jarak kosmik.