digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Area N merupakan wilayah steamflood yang baru dikembangkan dan masih berada pada tahap awal, sehingga menghasilkan produksi minyak awal yang rendah. Stimulasi termal berperan penting dalam mendukung kinerja produksi pada fase awal pengembangan, terutama karena area ini memiliki keterbatasan fasilitas permukaan dan hanya tersedia satu unit Huff & Puff yang beroperasi. Metode Huff & Puff konvensional yang sebelumnya diterapkan memerlukan siklus pekerjaan yang panjang selama 20 hari (13 hari injeksi steam dan 7 hari soaking) serta memiliki biaya operasional yang tinggi, yaitu sebesar USD 58,562 per pekerjaan. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakefisienan pada durasi cycle time stimulasi termal, yang secara langsung berdampak pada biaya operasi dan hasil produksi, sehingga upaya perbaikan menjadi penting dan bersifat strategis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakefisienan cycle time pada stimulasi termal, merancang metode perbaikan menggunakan pendekatan Lean Sigma, serta menentukan alternatif solusi terbaik yang secara teknis layak, mampu menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan produksi minyak. Pengumpulan data dalam penelitian ini berasal dari laporan perusahaan, hasil field trial, Focus Group Discussion (FGD) dan working session, studi literatur, serta best practices penerapan metodologi Lean Sigma. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Lean Sigma DMAIC yang didukung oleh SIPOC, process flow mapping, Fishbone Diagram, dan FMEA. Pada fase Define, teridentifikasi bahwa permasalahan utama bisnis adalah durasi cycle time yang panjang dan distribusi panas yang kurang efektif, yang memengaruhi efisiensi biaya dan pencapaian target produksi. Pada fase Measure, ditetapkan baseline kinerja operasional, sementara fase Analyze mengonfirmasi bahwa tidak adanya metode distribusi panas yang optimal merupakan akar penyebab dominan. Pada fase Improve, beberapa alternatif solusi dievaluasi dan di implementasi metode parallel steam injection pada dua sumur secara simultan dengan optimasi cycle time melalui field trial. Pada fase Control, proses yang telah diperbaiki diformalkan melalui dashboard dan standar prosedur operasi. Hasil field trial menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan, yaitu cycle time berhasil dikurangi dari 20 hari per sumur menjadi 7 hari untuk dua sumur sekaligus, produksi minyak meningkat dari 3,5 BOPD menjadi 18 BOPD per sumur, dan biaya stimulasi menurun menjadi USD 12.542 per sumur. Temuan ini membuktikan bahwa metode parallel injection dan optimasi cycle time mampu meningkatkan efisiensi termal, kinerja biaya, serta hasil produksi.