digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Danau merupakan perairan air tawar yang terletak di Bali dan memiliki peran serta fungsi penting dalam mendukung sektor pariwisata, pertanian, budidaya perikanan, holtikultira dan konservasi lingkungan di Bali. Namun, aktivitas di sekitar danau telah menyebabkan penurunan kualitas air akibat eurtrofikasi yang disebabkan oleh beban internal dan eksternal. Beban ekternal berasal dari masuknya limbah antropogenik dari kegiatan disekitar danau dan beban internal berasal dari pelepasan kembali nutrien terutama ortofosfat (PO4) dan Amonium (NH4) dari sedimen ke kolom air yang dapat menyebabkan eutrofikasi memicu alga bloomning serta kematian masal ikan endemik di danau Batur Bali. Teknologi sediment capping merupakan metode yang dapat digunakan dengan meletakan lapisan material capping diatas berupa adsorben yang mampu menyerap dan menahan pelepasan kembali kontaminan anorganik penyebab eutrofikasi berupa (PO4) dan (NH4). Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan, kemampuan adsorpsi dan efektivitas zeolit dan karbon aktif sebagai material capping dalam teknologi sediment capping pada skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit memiliki struktur kristalin berpori dengan rasio Si/Al yang mendukung kemampuan adsorpsi nutrien. Pada varisi pH zeolit mampu menyisihkan ortofosfat sebesar 67,50% pada pH 4 dan amonium sebesar 79,71% pada pH 8. Pada variasi dosis optimum 0,3 gr zeolit mampu menyisihkan 72,66% ortofosfat dan 79,71% amonium. Proses adsorpsi pada zeolit mengikuti model isoterm Freundlich dengan nilai R²= 0,9859 untuk ortofosfat dan R² = 0,9244 untuk amonium. Kinetika adsorpsi ortofosfat dan amonium menggunakan zeolit paling sesuai mengikuti model psedou orde dua dengan R 2 =0.9993 dan R2 = 0.9626. Karbon aktif memiliki struktur amorf berpori dan menunjukkan kemampuan penyisihan ortofosfat sebesar 72,04% pada pH 4 dan amonium sebesar 38,49% pada pH 8. Pada variasi dosis karbon aktif mampu menyisihkan 68,07% ortofosfat dengan dosis optimal 0,4 gr sedangkan penyisihan amonium lebih rendah yaitu 23,67% pada dosis optimal 0,3 gr. Adsorpsi ortofosfat pada karbon aktif mengikuti model isoterm Freundlich dengan R² = 0,8596 sedangkan adsorpsi amonium mengikuti model isoterm Temkin dengan R² = 0,9775. Kinetika adsorpsi ortofosfat dan amonium menggunakan karbon aktif paling sesuai mengikuti model psedou orde dua dengan R 2 =0.9999 dan R2 = 0.9409. Pada percobaan reaktor sediment capping zeolit menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan karbon aktif. Efektivitas zeolit pada ketebalan 1 cm dan 3 cm masing-masing sebesar 52,91% dan 64,40% untuk ortofosfat serta 39,96% dan 47,52% untuk amonium. Sementara itu karbon aktif menunjukkan efektivitas sebesar 17,07% dan 27,57% untuk ortofosfat serta 36,95% dan 33,87% untuk amonium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zeolit lebih efektif dan cocok dibandingkan karbon aktif sebagai material capping dalam upaya mengendalikan eutrofikasi di danau Batur Bali.