digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Linda Noviana Mandagie
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Tingginya angka turnover karyawan baru, khususnya Community Officer (CO) pada tiga bulan pertama masa kerja di Bank Syariah Nasional (BSN) dan keluasan jangkauan operasional BSN, menuntut adanya proses onboarding yang efektif, cepat, dan mampu menjawab tantangan kerja di lapangan. Sejak tahun 2022, BSN sudah menerapkan program onboarding berbasis microlearning melalui aplikasi Learning SHARIA untuk membantu CO memperoleh kompetensi dasar dalam waktu 21 hari. Meskipun demikian, tingkat penyelesaian modul masih rendah, dan efektivitas microlearning sebagai metode pembelajaran dalam konteks pekerjaan lapangan belum terukur secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas microlearning dalam meningkatkan kompetensi CO selama masa onboarding, serta mengevaluasi peran motivasi dan dukungan manajerial sebagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan sampel sebanyak 392 responden, mewakili distribusi CO secara proporsional di seluruh Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Microlearning tidak secara langsung meningkatkan kompetensi CO; 2. Microlearning menjadi efektif melalui peningkatan motivasi, yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kompetensi; 3. Dukungan manajerial memiliki pengaruh kuat terhadap motivasi, menjadikannya faktor kunci dalam keberhasilan program; 4. Indikator aktivitas microlearning seperti jumlah modul selesai atau hari belajar aktif tidak mencerminkan pencapaian kompetensi secara akurat. Dengan demikian, efektivitas microlearning pada onboarding BSN sangat bergantung pada kualitas dukungan atasan dan keterlibatan psikologis CO selama proses belajar. Rekomendasi utama dari penelitian ini meliputi penguatan budaya pendampingan bagi karyawan baru, penyempurnaan modul microlearning berdasarkan prinsip Pareto (20% modul berdampak tinggi), serta peninjauan ulang metrik efektivitas onboarding dengan mengacu pada model evaluasi Kirkpatrick.