digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Stefania Carla
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan


COVER Stefania Carla
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Stefania Carla
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Stefania Carla
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Stefania Carla
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Stefania Carla
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Stefania Carla
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Stefania Carla
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Urban farming dengan budidaya sayuran merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian dan menciptakan kondisi penanaman yang lebih stabil, sekaligus meningkatkan konsumsi sayuran serta kemandirian pangan masyarakat perkotaan. Selada (Lactuca sativa) sebagai sayuran yang kaya akan nutrisi berpotensi untuk dibudidayakan sebagai baby leaf, yaitu sayuran daun muda yang dipanen pada tahap awal pertumbuhan dengan kandungan gizi yang tinggi. Baby leaf merupakan istilah komersial untuk sayuran berdaun yang dipanen dan dijual pada tahap awal pertumbuhan, lengkap dengan tangkai daunnya. Pada studi yang ada sebelumnya, ditemukan bahwa paparan sinar dari LED dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti pemanjangan batang, akumulasi klorofil, dan perluasan daun. Akan tetapi, perlakuan optimal sinar dari LED bagi baby leaf selada oakleaf hijau belum diidentifikasi. Dalam penelitian ini, baby leaf selada akan diberikan perlakuan waktu penyinaran yang berbeda-beda untuk diselidiki pertumbuhan yang optimal untuk budidaya selada. Penyinaran terdiri dari lima perlakuan yang berbeda: kontrol 24 jam dengan penyinaran matahari, 12 jam dengan penyinaran lampu LED dengan nilai DLI 7,78 mol m?² d?¹, 16 jam dengan penyinaran lampu LED dengan nilai DLI 10,37 mol m?² d?, 20 jam dengan penyinaran lampu LED dengan nilai DLI 12,96 mol m?² d?, dan 24 jam dengan penyinaran lampu LED dengan nilai DLI 15,56 mol m?² d?. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, kadar air, shoot-root ratio, kandungan klorofil, kandungan vitamin c, dan kandungan karotenoid. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analysis of variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan hasil yang berbeda signifikan diuji lanjut menggunakan metode Duncan dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini, durasi penyinaran 20 jam menghasilkan efek positif terbaik pada tanaman baby leaf selada oakleaf hijau (Lactuca sativa var. crispa) diantara perlakuan durasi penyinaran lainnya dalam meningkatkan tinggi tanaman sebesar 106,41% (10,3 ± 1,36); luas daun sebesar 41,85% (22,47 ± 8,09); karotenoid sebesar 40,15% (74,7 ± 17,2); lebar daun sebesar 15,15% (3,8 ± 0,21); bobot basah total sebesar 12,96% (1,412 ± 0,8); kadar air sebesar 12,15% (91,01 ± 2,25); jumlah daun sebesar 10,14% (7,93 ± 0,86) dibandingkan pada sinar matahari (kontrol). Efek negatif penyinaran LED pada tanaman baby leaf selada oakleaf hijau (Lactuca sativa var. crispa) memberikan pengurangan vitamin c sebesar 23,52%; bobot kering total sebesar 5,10% dibandingkan pada sinar matahari (kontrol).