digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dokumen Asli
Terbatas  Dede Bagja Sembada
» Gedung UPT Perpustakaan

Dokumen Asli
Terbatas  Dede Bagja Sembada
» Gedung UPT Perpustakaan

Toilet publik merupakan fasilitas krusial yang memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pengguna, terutama pada lingkungan dengan mobilitas tinggi seperti kampus. Perubahan kondisi (bau/amonia, lantai basah, serta habisnya tisu dan sabun) dapat terjadi cepat sepanjang hari, sementara pemeliharaan yang mengandalkan inspeksi manual cenderung reaktif, terlambat, dan sulit diaudit. Tugas akhir ini berkontribusi pada sistem monitoring toilet berbasis Internet of Things (IoT) dengan fokus pada subsistem server sebagai pusat penerimaan, pemrosesan, penyimpanan, dan distribusi informasi operasional. Subsistem server diimplementasikan menggunakan Node.js (Express) dan Type-Script. Telemetri dari node ESP32 dikirim melalui endpoint HTTPS (mis. POST /data) yang dilindungi autentikasi API key dan validasi payload agar hanya data sah yang dapat ditulis ke basis data. Data sensor kemudian dinormalisasi menjadi status semantik yang konsisten untuk dashboard dan notifikasi, disertai mekanisme anti-noise (debounce) untuk mencegah perubahan status sesaat akibat fluktuasi pembacaan. Penyimpanan menggunakan PostgreSQL dengan Prisma ORM dan dipisahkan menjadi tabel snapshot (status terbaru per perangkat) untuk akses cepat dashboard, serta tabel history (time-series) untuk audit, ekspor CSV, dan sumber scheduled report. Pembaruan real-time dikirim melalui WebSocket setelah ingest berhasil. Workflow operasional didukung Telegram Bot yang mengirim alert pada indikator yang paling actionable (terutama tisu/sabun), mengirim reminder ketika kondisi belum terselesaikan, serta mencatat acknowledgement petugas untuk supervisi. Deployment diperkuat dengan Nginx (TLS termination), kebijakan port minimal melalui firewall, dan process manager (PM2). Pengujian end-to-end menunjukkan konsistensi antara telemetri, database (snapshot/history), tampilan dashboard, dan pesan Telegram. Keterbatasan saat ini meliputi autentikasi berbasis shared secret dan ketergantungan konektivitas; pengembangan lanjut dapat mencakup identitas perangkat yang lebih kuat (mTLS) dan manajemen insiden yang lebih lengkap.