Mask alignment akurat dan presisi merupakan hambatan yang kritis dalam alur
kerja kompleks dari proses micro-fabrication dan fotolitografi modern. Proses ini
menuntut sistem aktuasi mekanis yang tangguh, dipadukan dengan arsitektur
kendali yang akurat untuk memastikan transfer pola geometris secara presisi ke
atas substrat semikonduktor. Di lingkungan penelitian akademis yang memiliki
sumber daya terbatas, tantangan ini semakin rumit oleh keharusan untuk
menyeimbangkan biaya pengembangan dengan kinerja operasional yang
diperlukan untuk tugas presisi sub-milimeter. Untuk mengatasi hal tersebut, studi
komprehensif ini menyajikan desain, implementasi fisik, dan pemrosesan kendali
dari XYZ linear movement stage khusus untuk sistem mask alignment. Sistem
penyelarasan ini dikembangkan menggunakan stepper motor Nema 17 yang
digabungkan secara langsung dengan lead screw untuk menggerakkan sumbu X
dan sumbu Y. Konfigurasi mekanis ini dirancang secara cermat untuk mencapai
resolusi pergerakan linier minimum teoretis sebesar 10 ?m per langkah stepper
motor. Sistem pemrosesan kendali diimplementasikan menggunakan
mikrokontroler STM32F103CBT6 sebagai unit pemrosesan pusat yang mendikte
pergerakan stepper motor melalui tiga motor driver DRV8825. Kombinasi ini
memfasilitasi tiga mode penyelarasan yang memungkinkan operator bertransisi
dari pemosisian awal yang luas ke penyelarasan struktural tingkat mikrometer.
Validasi eksperimental dilakukan untuk membandingkan resolusi desain teoretis
dengan kinerja pemosisian aktual. Pada pengujian fine adjustment dengan target
10 ?m, perpindahan mekanis sumbu X berfluktuasi antara 9,434 ?m dan 10,417
?m, menghasilkan tingkat akurasi sebesar 10,018 ?m ± 0,485 ?m. Sementara itu,
sumbu Y menunjukkan tingkat stabilitas yang lebih tinggi dengan akurasi 9,865 ?m
± 0,407 ?m. Karena hasil ini melacak ketat target 10 ?m, sistem secara efektif
menghilangkan kebutuhan koreksi pemosisian osilasi yang memakan waktu.
Selanjutnya, pada pengujian medium adjustment dengan target 100 ?m, sumbu X
mencapai perpindahan rata-rata 94,5 ?m ± 1,915 ?m, menunjukkan standard error
of the mean yang lebih rendah tetapi belum mencapai target secara penuh,
sedangkan sumbu Y lebih konsisten dengan target pada angka 100,5 ?m ± 4,123
?m. Terakhir, pada pengujian coarse adjustment dengan target 1000 ?m, sumbu X
berfluktuasi dari 960 ?m hingga 1020 ?m dengan akurasi 990 ?m ± 29,439 ?m, dan
ii
sumbu Y berkisar dari 960 ?m hingga 1010 ?m dengan akurasi identik 990 ?m ±
21,602 ?m, yang membuktikan bahwa sumbu Y memiliki tingkat presisi yang lebih
superior dibandingkan sumbu X.
Analisis mengungkapkan bahwa perbedaan antara masukan pengguna dan
perpindahan fisik aktual disebabkan oleh efek backlash yang inheren pada
mekanisme lead screw. Integrasi pemasangan anti-backlash nut berhasil
meminimalkan fenomena ini dan secara signifikan mengurangi jumlah masukan
kontrol korektif saat membalikkan arah pergerakan, meskipun efek backlash tidak
hilang sepenuhnya. Di luar penyelarasan sumbu X dan sumbu Y, sistem pemosisian
sumbu Z dirancang secara eksplisit untuk mempertahankan celah udara maksimum
30 ?m antara photomask dan wafer. Diuji menggunakan pengganti masker akrilik
dan feeler gauge 0,03 mm, pergerakan sumbu Z memberikan kendali yang memadai
untuk membawa wafer chuck cukup dekat ke masker, memastikan kedua alignment
mark tetap terlihat jelas dan terfokus tajam. Arsitektur open-loop yang diusulkan
berhasil memberikan konsistensi operasional untuk tugas micro-fabrication
berpresisi tinggi dan terbukti menjadi solusi yang layak untuk lingkungan
akademis. Eksplorasi di masa depan akan difokuskan pada integrasi mekanisme
encoder feedback guna memitigasi backlash mekanis secara menyeluruh.
Perpustakaan Digital ITB