digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 7 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 8 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 9 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Fenomena tekuk lateral (lateral buckling) merupakan tantangan utama integritas struktural pada pipa bawah laut yang beroperasi dalam kondisi tekanan dan temperatur tinggi (High Pressure High Temperature). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lateral pipa melalui studi parametrik terhadap 12 kasus pemodelan yang melibatkan variasi amplitudo imperfeksi awal, koefisien friksi, dan jenis tanah (Soft Clay dan Gravel) di wilayah Laut Utara Jawa. Metodologi yang digunakan adalah analisis elemen hingga (Finite Element Analysis) nonlinier dengan metode Riks, di mana Eigenvalue Buckling Mode 1 diintegrasikan sebagai initial imperfection. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien friksi merupakan parameter paling dominan dalam menentukan ambang batas gaya aksial kritis. Namun, stabilitas lateral juga dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi amplitudo imperfeksi dan karakteristik geoteknik dasar laut. Gaya aksial kritis terbesar dicapai pada Case-3 (3116.65 kN) melalui kombinasi koefisien friksi tinggi (0,4), amplitudo imperfeksi minimal (0,05 m), dan jenis tanah Soft Clay. Sebaliknya, gaya aksial kritis terkecil ditemukan pada Case-9 (1821.16 kN), dengan persentase perbandingan gaya aksial kritis mencapai 41.57%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas lateral dipengaruhi secara simultan oleh interaksi antara koefisien friksi, besarnya ketidaklurusan awal pipa (amplitudo), serta karakteristik tanah dasar laut. Untuk mengoptimalkan desain, diperlukan pendekatan integratif yang menggabungkan pengendalian ketat terhadap imperfeksi awal saat instalasi, rekayasa antarmuka pipa-tanah untuk meningkatkan friksi, serta pemilihan rute pipa yang mempertimbangkan kekakuan vertikal tanah guna memitigasi risiko tekuk lateral.