COVER Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 8 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 9 Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Hafiz Akbar Kusviawan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Fenomena tekuk lateral (lateral buckling) merupakan tantangan utama integritas struktural pada
pipa bawah laut yang beroperasi dalam kondisi tekanan dan temperatur tinggi (High Pressure High
Temperature). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lateral pipa melalui studi
parametrik terhadap 12 kasus pemodelan yang melibatkan variasi amplitudo imperfeksi awal,
koefisien friksi, dan jenis tanah (Soft Clay dan Gravel) di wilayah Laut Utara Jawa. Metodologi
yang digunakan adalah analisis elemen hingga (Finite Element Analysis) nonlinier dengan metode
Riks, di mana Eigenvalue Buckling Mode 1 diintegrasikan sebagai initial imperfection. Hasil
analisis menunjukkan bahwa koefisien friksi merupakan parameter paling dominan dalam
menentukan ambang batas gaya aksial kritis. Namun, stabilitas lateral juga dipengaruhi secara
signifikan oleh interaksi amplitudo imperfeksi dan karakteristik geoteknik dasar laut. Gaya aksial
kritis terbesar dicapai pada Case-3 (3116.65 kN) melalui kombinasi koefisien friksi tinggi (0,4),
amplitudo imperfeksi minimal (0,05 m), dan jenis tanah Soft Clay. Sebaliknya, gaya aksial kritis
terkecil ditemukan pada Case-9 (1821.16 kN), dengan persentase perbandingan gaya aksial kritis
mencapai 41.57%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas lateral dipengaruhi secara
simultan oleh interaksi antara koefisien friksi, besarnya ketidaklurusan awal pipa (amplitudo),
serta karakteristik tanah dasar laut. Untuk mengoptimalkan desain, diperlukan pendekatan
integratif yang menggabungkan pengendalian ketat terhadap imperfeksi awal saat instalasi,
rekayasa antarmuka pipa-tanah untuk meningkatkan friksi, serta pemilihan rute pipa yang
mempertimbangkan kekakuan vertikal tanah guna memitigasi risiko tekuk lateral.
Perpustakaan Digital ITB