Peran klaim Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam membentuk perilaku konsumen masih kurang diteliti dalam konteks otomotif di pasar berkembang. Penelitian ini mengkaji bagaimana persepsi ESG memengaruhi intensi pembelian kendaraan di Indonesia menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai kerangka analitis utama. Survei kuantitatif dilakukan terhadap 200 konsumen di Jakarta yang baru saja membeli atau berencana membeli kendaraan penumpang roda empat. Analisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Behavioral Control dan Attitude merupakan prediktor langsung terkuat dari intensi pembelian. Di antara dimensi ESG, Governance memiliki pengaruh terbesar, memengaruhi secara signifikan Attitude (? = 0,409, p < 0,001) dan Perceived Behavioral Control (? = 0,341, p < 0,001), sementara persepsi Environment & Social memengaruhi Subjective Norm (? = 0,379, p < 0,001) namun tidak memengaruhi Attitude secara langsung. Model menjelaskan 48,2% varians dalam intensi pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh ESG bersifat spesifik berdasarkan dimensinya dan beroperasi melalui jalur psikologis yang berbeda.
Perpustakaan Digital ITB