Jarak geometri (distance geometry) diperkenalkan oleh Menger pada tahun 1928
untuk merumuskan kembali sifat-sifat geometri Euclid melalui konsep jarak.
Kajian ini dikembangkan lebih lanjut oleh Blumenthal melalui perumusan masalah
fundamental dalam jarak geometri, dan oleh Schoenberg (1935–1937) dan Young
dan Householder (1938) yang memberikan karakterisasi penyematan ruang metrik
dengan matriks jarak ke dalam ruang Hilbert. Berdasarkan karakterisasi tersebut
dan konsep matriks jarak Euclidean yang diperkenalkan oleh Gower (1982), Jakli?c
dan Modic (2013–2014) menunjukkan bahwa graf lintasan, graf siklus, dan graf
bintang yang diperumum dapat disematkan ke dalam ruang Euclidean.
Berdasarkan perkembangan tersebut, Obata dan Zakiyyah (2018) memperkenalkan
bilangan penyematan kuadrat (QEC) dari suatu graf terhubung G, yang
didefinisikan sebagai nilai maksimum dari bentuk kuadrat matriks jarak DG pada
ruang C(VG) dengan kendala ?1, f ? = 0 dan ?f , f ? = 1. Suatu graf dikatakan
termasuk kelas QE apabila bilangan penyematan kuadratnya bernilai tak positif.
Konsep ini digunakan untuk mengklasifikasikan graf yang dapat disematkan ke
dalam ruang Euclidean.
Tesis ini mengkaji bilangan penyematan kuadrat untuk graf hasil operasi korona dari
beberapa kelas graf, khususnya graf G ? Cn(S) dengan S ? 1, 2, . . . , ?n/2? dan
n ? 3, serta graf G ? Pn untuk setiap n ? 1, dengan G merupakan graf terhubung
berorde paling sedikit dua. Dengan menggunakan struktur matriks jarak graf hasil
operasi korona serta persamaan rekurensi dan polinomial Chebyshev, diperoleh
rumus umum bilangan penyematan kuadratnya. Selain itu, diperoleh karakterisasi
graf hasil operasi korona yang termasuk ke dalam kelas QE. Hasil ini memperluas
kajian bilangan penyematan kuadrat pada graf hasil operasi graf, khususnya operasi
korona untuk beberapa kelas graf.
Perpustakaan Digital ITB