digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Air tanah merupakan komponen penting dalam siklus hidrologi, berperan sebagai penyimpanan air utama yang mendukung kebutuhan dasar manusia dan ekosistem. Dinamika simpanan air tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi iklim, perubahan tutupan lahan, dan peningkatan permintaan air bersih. Pulau Kalimantan, salah satu pulau terbesar di Indonesia, memiliki sumber daya alam yang melimpah dan keanekaragaman hayati yang tinggi, namun menghadapi tekanan dari deforestasi, ekspansi pertanian, pertambangan, dan pertumbuhan penduduk, yang dapat memengaruhi ketersediaan dan dinamika air tanah. Mengingat keterbatasan pengamatan langsung di lapangan, penelitian ini memanfaatkan data satelit untuk memantau perubahan simpanan air tanah pada skala regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variabilitas spasial-temporal simpanan air tanah di Pulau Kalimantan selama periode April 2002 hingga Desember 2024 serta keterkaitannya dengan faktor iklim dan antropogenik. Data simpanan air tanah diperoleh dari GRACE, dengan komponen air tanah dihitung menggunakan pendekatan neraca air berbasis data GLDAS. Data curah hujan digunakan CHIRPS yang telah disesuaikan resolusi spasialnya agar konsisten dengan data GRACE dan GLDAS. Metode EOF digunakan untuk mengidentifikasi pola dominan simpanan air tanah, sedangkan analisis korelasi Spearman diterapkan untuk mengevaluasi keterkaitan komponen temporal utama dengan faktor yang diduga mempengaruhi simpanan air tanah. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan spasial yang jelas antara wilayah utara dan selatan Pulau Kalimantan, di mana wilayah utara cenderung mengalami anomali positif, sementara wilayah selatan didominasi anomali negatif pada beberapa periode. Variabilitas bulanan simpanan air tanah menunjukkan pola monsunal yang kuat dan berkorelasi dengan faktor iklim, khususnya curah hujan dan ENSO.