Air tanah merupakan komponen penting dalam siklus hidrologi, berperan sebagai
penyimpanan air utama yang mendukung kebutuhan dasar manusia dan ekosistem.
Dinamika simpanan air tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi iklim,
perubahan tutupan lahan, dan peningkatan permintaan air bersih. Pulau Kalimantan,
salah satu pulau terbesar di Indonesia, memiliki sumber daya alam yang melimpah
dan keanekaragaman hayati yang tinggi, namun menghadapi tekanan dari
deforestasi, ekspansi pertanian, pertambangan, dan pertumbuhan penduduk, yang
dapat memengaruhi ketersediaan dan dinamika air tanah. Mengingat keterbatasan
pengamatan langsung di lapangan, penelitian ini memanfaatkan data satelit untuk
memantau perubahan simpanan air tanah pada skala regional. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji variabilitas spasial-temporal simpanan air tanah di Pulau
Kalimantan selama periode April 2002 hingga Desember 2024 serta keterkaitannya
dengan faktor iklim dan antropogenik. Data simpanan air tanah diperoleh dari
GRACE, dengan komponen air tanah dihitung menggunakan pendekatan neraca air
berbasis data GLDAS. Data curah hujan digunakan CHIRPS yang telah disesuaikan
resolusi spasialnya agar konsisten dengan data GRACE dan GLDAS. Metode EOF
digunakan untuk mengidentifikasi pola dominan simpanan air tanah, sedangkan
analisis korelasi Spearman diterapkan untuk mengevaluasi keterkaitan komponen
temporal utama dengan faktor yang diduga mempengaruhi simpanan air tanah.
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan spasial yang jelas antara wilayah
utara dan selatan Pulau Kalimantan, di mana wilayah utara cenderung mengalami
anomali positif, sementara wilayah selatan didominasi anomali negatif pada
beberapa periode. Variabilitas bulanan simpanan air tanah menunjukkan pola
monsunal yang kuat dan berkorelasi dengan faktor iklim, khususnya curah hujan
dan ENSO.
Perpustakaan Digital ITB