digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

PT PLN (Persero) UPT Kalselteng bertanggung jawab mengelola, mengoperasikan dan memelihara aset Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV untuk menjaga kehandalan dari gangguan kelistrikan Sistem Barito yang ada di Kalimantan Selatan dan Tengah. Gangguan petir merupakan gangguan tertinggi pada SUTT 150 kV dalam periode 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan pengaruh iklim utamanya curah hujan terhadap sambaran petir SUTT 150kV menggunakan pendekatan regresi linier dan menilai risiko setiap unit dibawah UPT Kalselteng dengan menggunakan 5x5 risk matrix assessment serta melakukan analisis kerentanan. Nilai regresi antara pola curah dengan sambaran petir baik pada daerah Kalimantan Selatan dan Tengah memiliki kecenderungan hubungan yang lemah sehingga prediksi pola dengan variabel input curah hujan sulit dilakukan. Risk assessment menunjukkan bahwa ULTG Palangkaraya memiliki kecenderungan unit dengan kategori ekstrem sedangkan ULTG Muara Teweh berada pada nilai terendah dalam rentang 2021-2023. Analisis kerentanan juga menunjukkan bahwa ULTG Palangkaraya memiliki nilai kerentanan tertinggi dengan nilai 7,5 dan terendah ULTG Muara Teweh dengan nilai 2,0. Hasil analisis Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) dan Failure Tree Analysis (FTA) menunjukkan bahwa dampak dengan nilai RPN tertinggi dengan nilai 210 adalah isolator pecah. Secara keseluruhan, 11 dari 15 prioritas anggaran pemeliharaan petir belum tepat berdasarkan prioritas risiko. Temuan ini memberikan masukan bagi strategi dan evaluasi pemeliharaan berbasis risiko climate pada PLN.