PT PLN (Persero) UPT Kalselteng bertanggung jawab mengelola, mengoperasikan
dan memelihara aset Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV untuk
menjaga kehandalan dari gangguan kelistrikan Sistem Barito yang ada di
Kalimantan Selatan dan Tengah. Gangguan petir merupakan gangguan tertinggi
pada SUTT 150 kV dalam periode 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi hubungan pengaruh iklim utamanya curah hujan terhadap sambaran
petir SUTT 150kV menggunakan pendekatan regresi linier dan menilai risiko setiap
unit dibawah UPT Kalselteng dengan menggunakan 5x5 risk matrix assessment
serta melakukan analisis kerentanan. Nilai regresi antara pola curah dengan
sambaran petir baik pada daerah Kalimantan Selatan dan Tengah memiliki
kecenderungan hubungan yang lemah sehingga prediksi pola dengan variabel input
curah hujan sulit dilakukan. Risk assessment menunjukkan bahwa ULTG
Palangkaraya memiliki kecenderungan unit dengan kategori ekstrem sedangkan
ULTG Muara Teweh berada pada nilai terendah dalam rentang 2021-2023. Analisis
kerentanan juga menunjukkan bahwa ULTG Palangkaraya memiliki nilai
kerentanan tertinggi dengan nilai 7,5 dan terendah ULTG Muara Teweh dengan
nilai 2,0. Hasil analisis Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) dan Failure
Tree Analysis (FTA) menunjukkan bahwa dampak dengan nilai RPN tertinggi
dengan nilai 210 adalah isolator pecah. Secara keseluruhan, 11 dari 15 prioritas
anggaran pemeliharaan petir belum tepat berdasarkan prioritas risiko. Temuan ini
memberikan masukan bagi strategi dan evaluasi pemeliharaan berbasis risiko
climate pada PLN.
Perpustakaan Digital ITB