digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penerapan PSAK 117 menuntut valuasi asuransi berbasis nilai kini, khususnya pada komponen Contractual Service Margin (CSM). Penelitian ini mengevaluasi dampak penggunaan model stokastik Hull-White Satu Faktor terhadap valuasi CSM produk asuransi jiwa berjangka (Term Life) bertenor 20 tahun dibandingkan dengan pendekatan deterministik. Model dikalibrasi secara hibrida menggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE) pada data historis BI Rate (2005-2025) serta kalibrasi exact fit terhadap kurva imbal hasil SBN per 19 Desember 2025. Melalui 10.000 simulasi Monte Carlo, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan stokastik menghasilkan CSM awal sebesar Rp2.874.540, lebih rendah 10,3% dibandingkan pendekatan deterministik (suku bunga konstan 4,75%) sebesar Rp3.205.831. Disparitas ini mengindikasikan bahwa metode deterministik cenderung melebih-lebihkan (overstate) profitabilitas karena mengabaikan struktur kurva imbal hasil yang menanjak dan biaya volatilitas. Hasil ini mengonfirmasi bahwa model stokastik memberikan estimasi cadangan yang lebih konservatif, prudent, serta memenuhi prinsip konsistensi pasar (market consistent) yang disyaratkan PSAK 117.