Penerapan PSAK 117 menuntut valuasi asuransi berbasis nilai kini, khususnya pada
komponen Contractual Service Margin (CSM). Penelitian ini mengevaluasi dampak
penggunaan model stokastik Hull-White Satu Faktor terhadap valuasi CSM produk
asuransi jiwa berjangka (Term Life) bertenor 20 tahun dibandingkan dengan pendekatan
deterministik. Model dikalibrasi secara hibrida menggunakan Maximum Likelihood
Estimation (MLE) pada data historis BI Rate (2005-2025) serta kalibrasi exact fit
terhadap kurva imbal hasil SBN per 19 Desember 2025.
Melalui 10.000 simulasi Monte Carlo, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan stokastik
menghasilkan CSM awal sebesar Rp2.874.540, lebih rendah 10,3% dibandingkan
pendekatan deterministik (suku bunga konstan 4,75%) sebesar Rp3.205.831. Disparitas
ini mengindikasikan bahwa metode deterministik cenderung melebih-lebihkan (overstate)
profitabilitas karena mengabaikan struktur kurva imbal hasil yang menanjak dan
biaya volatilitas. Hasil ini mengonfirmasi bahwa model stokastik memberikan estimasi
cadangan yang lebih konservatif, prudent, serta memenuhi prinsip konsistensi pasar
(market consistent) yang disyaratkan PSAK 117.
Perpustakaan Digital ITB