BAB 1 Rihhadatul Aisy
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Rihhadatul Aisy
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Rihhadatul Aisy
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Rihhadatul Aisy
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Rihhadatul Aisy
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Rihhadatul Aisy
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Rihhadatul Aisy
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian ini menganalisis karakteristik dua sampel batubara (BB-03 dan BB-08)
dari Formasi Muara Enim, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun,
Provinsi Jambi, serta pengaruhnya terhadap proses pirolisis berdasarkan analisis
termogravimetri (TGA). Karakterisasi dilakukan melalui analisis proksimat, nilai
kalori, dan petrografi, sedangkan analisis termal menggunakan instrumen
NETZSCH STA 449 F5 pada rentang 30–900°C dengan laju pemanasan
10°C/menit dalam atmosfer nitrogen. Hasil menunjukkan kedua sampel tergolong
peringkat lignite A dengan nilai kalori 16,54 dan 16,23 MJ/kg (m, mmf), namun
berbeda komposisi maseral; BB-08 didominasi vitrinit/huminit (86,79% mmf)
dengan kadar abu rendah, sedangkan BB-03 memiliki inertinit, liptinit, dan abu
lebih tinggi. Kurva TG-DTG menunjukkan kesamaan peringkat menghasilkan
temperatur awal pirolisis (180°C) dan temperatur dekomposisi maksimum yang
relatif serupa, sementara perbedaan maseral memengaruhi laju dan lebar rentang
dekomposisi. Dominasi vitrinit pada BB-08 menghasilkan pelepasan volatil lebih
serentak, sedangkan kadar abu tinggi pada BB-03 diduga menyebabkan puncak
dekomposisi kedua akibat dekomposisi mineral karbonat. Hasil ini menegaskan
peran peringkat, maseral, dan mineral batubara dalam menentukan perilaku
termalnya selama pirolisis.
Perpustakaan Digital ITB