Grinding rolls merupakan komponen utama pada coal mill pulverizer yang
berfungsi untuk menggiling batubara menjadi serbuk halus sebelum proses
pembakaran di boiler. Selama operasi, grinding rolls mengalami keausan akibat
interaksi antara karakteristik material welding overlay, sifat abrasivitas batubara,
dan kondisi operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik
material welding overlay dan batubara serta mengevaluasi pengaruh keduanya
terhadap laju keausan grinding rolls pada coal mill pulverizer HP863 PT X.
Penelitian dilakukan melalui pendekatan eksperimental dengan karakterisasi
material menggunakan Positive Material Identification (PMI), pengujian
kekerasan, dan pengamatan struktur mikro dan mikro menggunakan mikroskop
optik. Karakteristik batubara dianalisis melalui proximate analysis dan Hardgrove
Grindability Index (HGI), kemudian dikorelasikan dengan data historis running
hours dan hasil pengukuran laju keausan grinding rolls.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa material overlay lama merupakan stainless
steel tipe 440 dengan kandungan kromium sekitar 19%, sedangkan material overlay
baru merupakan stainless steel tipe 446 dengan kandungan kromium sekitar 25%.
Hasil pengamatan struktur mikro yang dikombinasikan dengan pengujian
kekerasan mengindikasikan bahwa kedua material memiliki matriks martensit
dengan kemungkinan presipitasi karbida, namun material 446 memiliki nilai
kekerasan yang lebih tinggi (rata-rata sekitar 63 HRC) dibandingkan material 440.
Pengukuran laju keausan menunjukkan bahwa material 446 memiliki wear rate
rata-rata sekitar 0,00298 mm/jam, lebih rendah dibandingkan material 440 sebesar
0,00469 mm/jam, sehingga memberikan estimasi umur pakai yang lebih panjang.
Selain karakteristik material, kandungan abu (ash) 16.43%, Total Moisture 16,91%
dan nilai HGI batubara 54 turut memengaruhi tingkat abrasivitas selama proses
penggilingan, dengan mekanisme keausan dominan berupa abrasive wear.
Perpustakaan Digital ITB