digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Jordan Tjamara
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Sektor lingkungan binaan menyumbang sekitar 37% emisi CO? global, dan proporsi embodied carbon (EC) material diprediksi akan mendominasi jejak karbon bangunan baru seiring membaiknya efisiensi energi operasional. Namun, ketiadaan profil embodied carbon pada proyek gedung bertingkat di Indonesia, yang diperberat oleh terbatasnya basis data emisi material lokal, menyebabkan titik-titik utama (hotspot) emisi tidak dapat diidentifikasi sehingga strategi dekarbonisasi tidak dapat dirumuskan secara tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hotspot dekarbonisasi pada level material, komponen struktur, dan fase siklus hidup, serta merumuskan rekomendasi strategi mitigasi yang relevan bagi proyek gedung bertingkat beton bertulang. Metode yang digunakan adalah process-based Life cycle assessment mengacu pada kerangka ISO 14040/14044 dengan batasan sistem Modul A1–A5 menurut EN 15978, diterapkan pada studi kasus tunggal Gedung CIBE ITB, bangunan 9 level berstruktur beton bertulang murni dengan gross floor area 11.000 m². Hasil penelitian menunjukkan total EC sebesar 2.646.167 kgCO?e atau 240,56 kgCO?e/m², dengan fase produksi material (A1–A3) mendominasi sebesar 97,93%, diikuti fase konstruksi (A5) 1,56% dan fase transportasi (A4) 0,52%. Balok merupakan komponen dengan kontribusi terbesar (42,9%), diikuti pelat (36,2%) dan kolom (20,9%). Volume beton teridentifikasi sebagai prediktor terkuat total EC, sedangkan EC fase konstruksi lebih ditentukan elevasi lantai daripada volume material. Disimpulkan bahwa hotspot dekarbonisasi teridentifikasi pada fase produksi material, komponen balok, material beton, dan operasional alat berat pekerjaan tanah, yang masing-masing menjadi dasar perumusan rekomendasi strategi mitigasi.