PGN, sebagai Subholding Gas di bawah Pertamina, menghadapi titik balik struktural pada bisnis intinya. Walaupun pendapatan 2025 tetap stabil, laba bersih turun 21 persen menjadi USD 346 juta. Kompresi marjin ini mencerminkan ketidaksesuaian struktural antara pasokan gas pipa hulu yang menua, ketergantungan PGN yang meningkat pada LNG, dan batas atas harga yang diberlakukan melalui skema HGBT. Untuk merestrukturisasi pertumbuhan, divisi LNG Supply PGN (GSLT) mulai menjajaki perdagangan LNG internasional, namun, langkah awal melalui kontrak suplai kepada pembeli internasional berakhir dengan force majeure dan saat ini dalam proses arbitrase internasional dengan potensi kerugian lebih dari USD 150 juta. Model bisnis yang tidak terstruktur telah menghasilkan kinerja yang fluktuatif dengan eksposur hukum signifikan, diperlukan evaluasi atas alternatif model bisnis yang dapat digunakan.
Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan: (1) faktor yang memengaruhi kemampuan perusahaan untuk masuk dalam perdagangan LNG Internasional; (2) bagaimana model bisnis LNG berbeda dalam karakteristiknya; dan (3) model bisnis manakah yang paling sesuai dengan kemampuan dan rencana korporasi PGN. Metode penelitian bersifat kualitatif, dilandasi kerangka Kepner–Tregoe, dan diimplementasikan melalui RBV dan VRIO untuk analisis internal, PESTEL dan Porter’s Five Forces untuk analisis eksternal, serta MCDA dengan metode AHP. Data primer berasal dari wawancara terhadap 12 narasumber dan data sekunder mencakup RJPP LNG Trading PGN 2025–2035, laporan keuangan tahunan 2024 dan 2025, regulasi pemerintah, dan publikasi industri.
Analisis internal dan eksternal menunjukkan PGN sebagai perusahaan kuat-aset dan pertumbuhan permintaan LNG di Asia-Pasifik sebagai peluang namun PGN lemah secara kapabilitas. Hasil MCDA menempatkan model hybrid asset-backed portfolio sebagai pilihan paling sesuai yang dibuktikan dengan tiga skenario sensitivitas.Rekomendasi pada thesis ini konsisten dengan RJPP LNG Trading PGN 2025–2035, yang memproyeksikan pendapatan dari USD 453 juta menjadi USD 785 juta, dan profitabilitas USD 0,16–0,31 per MMBTU. Tesis ini merekomendasikan implementasi bertahap, penguatan fondasi selama 0–12 bulan, integrasi volume dalam 1–3 tahun dan ekspansi regional 3–5 tahun setelahnya.
Perpustakaan Digital ITB