digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Angel Lina
PUBLIC Open In Flipbook Resti Andriani

BAB 1 Angel Lina
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Angel Lina
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Angel Lina
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Angel Lina
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Angel Lina
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Angel Lina
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Kegiatan investasi pada industri pertambangan memiliki karakteristik yang penuh dengan ketidakpastian, terutama disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas di pasar global. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan penilaian investasi yang mampu menangkap fleksibilitas manajerial dalam menghadapi dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi proyek penambangan nikel laterit PT XYZ melalui pendekatan Real Option Valuation (ROV) dengan metode Binomial Lattice, yang memungkinkan pengambilan keputusan investasi secara bertahap dan adaptif di bawah ketidakpastian harga nikel. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu analisis Discounted Cash Flow (DCF) untuk menentukan nilai keekonomian dasar proyek, Model Vasicek (1977) untuk memproyeksikan harga jual nikel berdasarkan simulasi proses stokastik, dan metode Binomial Lattice untuk menghitung nilai opsi sebagai bentuk fleksibilitas strategis dalam pelaksanaan proyek. Studi kasus difokuskan pada proyek tambang nikel laterit milik PT XYZ dengan periode tambang selama enam belas tahun. Hasil analisis DCF menunjukkan bahwa proyek layak dijalankan dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp57.501.196.328,15. Berdasarkan simulasi harga menggunakan Model Vasicek, diperoleh estimasi harga jual nikel yang digunakan sebagai input utama dalam pembangunan pohon binomial untuk analisis opsi. Melalui pendekatan Binomial Lattice, diperoleh nilai opsi penundaan sebesar Rp117.278.948.756,57, yang mencerminkan nilai tambah strategis apabila perusahaan menunda pelaksanaan proyek selama periode tertentu, yaitu selama satu tahun. Dengan demikian, pendekatan ROV memberikan hasil yang lebih komprehensif dibandingkan DCF tradisional, terutama dalam menghadapi risiko ketidakpastian harga. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan sebaiknya mempertimbangkan penundaan proyek selama satu tahun untuk memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi, serta meningkatkan ketepatan strategi investasi di masa depan.