digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK M Wildan
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

TA_M Wildan
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Overpressure merupakan salah satu bahaya utama dalam operasi pemboran karena dapat menyebabkan berbagai permasalahan, seperti blowout. Prediksi keberadaan dan kedalaman zona overpressure pada lapangan baru sulit dilakukan karena umumnya belum tersedia data sumur yang mampu memberikan informasi kondisi bawah permukaan secara rinci sehingga data seismik sering dimanfaatkan sebagai sumber informasi utama untuk memperkirakan kedalaman top of overpressure. Akan tetapi, data seismik memiliki resolusi vertikal yang lebih rendah sehingga estimasi yang dihasilkan cenderung memiliki tingkat ketidakpastian lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rentang bandwidth frekuensi data seismik terhadap akurasi estimasi kedalaman top of overpressure. Data seismik sintetik 2D dimodelkan dengan nilai high cut dan high pass sama, yakni 2 dan 5 Hz serta high pass dan high cut bervariasi, yakni 20-60 Hz, 40-60 Hz, dan 60-80 Hz. Overpressure dianalisis dari penyimpangan tekanan pori dari tekanan hidrostatik. Tekanan pori diprediksi menggunakan metode Eaton dengan nilai konstanta sebesar 1,5. Lalu, kedalaman top of overpressure hasil interpretasi seismik dibandingkan dengan kedalaman yang diperoleh dari data sumur. Top of overpressure dari data sumur berada pada kedalaman 1968,09 m untuk data 20-60 Hz; 1971,14 m untuk data 40-60 Hz, dan 1972,97 m untuk data 60-80 Hz. Rata-rata kedalaman ketiga data berada di 1970,73±2,4653 m. Berdasarkan perbandingan data seismik dan log filtered P-wave dengan bandwidth yang sama, data 20–60 Hz memberikan hasil terbaik dengan selisih 9,09 m. Data 20–60 Hz juga menghasilkan estimasi kedalaman yang paling akurat dengan selisih sebesar 11,73 m apabila dibandingkan dengan data log filtered P-wave rata-rata. Data 20-60 juga menjadi bandwidth frekuensi paling optimum bila dilihat dari Root Mean Square Error (RMSE) selisih dengan data log trend P-wave. Di sisi lain, data 40-60 berpotensi untuk dapat memprediksi nilai tekanan pori log trend P-wave paling akurat apabila dikalikan dengan kosntanta 0,95 dengan RMSE sebesar 112,5016105 psi