ABSTRAK M Wildan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
TA_M Wildan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Overpressure merupakan salah satu bahaya utama dalam operasi pemboran karena
dapat menyebabkan berbagai permasalahan, seperti blowout. Prediksi keberadaan
dan kedalaman zona overpressure pada lapangan baru sulit dilakukan karena
umumnya belum tersedia data sumur yang mampu memberikan informasi kondisi
bawah permukaan secara rinci sehingga data seismik sering dimanfaatkan sebagai
sumber informasi utama untuk memperkirakan kedalaman top of overpressure.
Akan tetapi, data seismik memiliki resolusi vertikal yang lebih rendah sehingga
estimasi yang dihasilkan cenderung memiliki tingkat ketidakpastian lebih besar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rentang bandwidth frekuensi
data seismik terhadap akurasi estimasi kedalaman top of overpressure. Data seismik
sintetik 2D dimodelkan dengan nilai high cut dan high pass sama, yakni 2 dan 5 Hz
serta high pass dan high cut bervariasi, yakni 20-60 Hz, 40-60 Hz, dan 60-80 Hz.
Overpressure dianalisis dari penyimpangan tekanan pori dari tekanan hidrostatik.
Tekanan pori diprediksi menggunakan metode Eaton dengan nilai konstanta
sebesar 1,5. Lalu, kedalaman top of overpressure hasil interpretasi seismik
dibandingkan dengan kedalaman yang diperoleh dari data sumur. Top of
overpressure dari data sumur berada pada kedalaman 1968,09 m untuk data 20-60
Hz; 1971,14 m untuk data 40-60 Hz, dan 1972,97 m untuk data 60-80 Hz. Rata-rata
kedalaman ketiga data berada di 1970,73±2,4653 m. Berdasarkan perbandingan
data seismik dan log filtered P-wave dengan bandwidth yang sama, data 20–60 Hz
memberikan hasil terbaik dengan selisih 9,09 m. Data 20–60 Hz juga menghasilkan
estimasi kedalaman yang paling akurat dengan selisih sebesar 11,73 m apabila
dibandingkan dengan data log filtered P-wave rata-rata. Data 20-60 juga menjadi
bandwidth frekuensi paling optimum bila dilihat dari Root Mean Square Error
(RMSE) selisih dengan data log trend P-wave. Di sisi lain, data 40-60 berpotensi
untuk dapat memprediksi nilai tekanan pori log trend P-wave paling akurat apabila
dikalikan dengan kosntanta 0,95 dengan RMSE sebesar 112,5016105 psi
Perpustakaan Digital ITB