digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Seiring berkembangnya pasar modal Indonesia dan meningkatnya partisipasi investor ritel, bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mendorong investor individu untuk berlangganan saham initial public offering (IPO) masih terbatas. Penelitian ini menganalisis pengaruh Persepsi Risiko, Reputasi Perusahaan, dan Persepsi Pertimbangan Fundamental Keuangan terhadap preferensi (niat) investor ritel untuk membeli saham IPO di Bursa Efek Indonesia, dengan fokus pada investor yang berdomisili di DKI Jakarta. Dengan menggunakan desain survei potong lintang kuantitatif eksplanatori, data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 312 investor ritel yang dipilih secara purposif dan memenuhi kriteria inklusi yang diterapkan: investor saham BEI berdomisili di DKI Jakarta dengan minimal lima tahun pengalaman investasi saham serta minimal lima kali partisipasi IPO. Konstruk diukur menggunakan skala Likert 5 poin dan dievaluasi melalui uji reliabilitas dan validitas sebelum analisis. Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa Persepsi Risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap preferensi membeli saham IPO, sedangkan Reputasi Perusahaan dan Persepsi Pertimbangan Fundamental Keuangan berpengaruh positif dan signifikan. Model secara keseluruhan signifikan secara statistik dan mampu menjelaskan 39,5% variasi preferensi membeli saham IPO (R2 = 0,395). Temuan ini mengindikasikan bahwa niat berlangganan IPO pada investor ritel Jakarta dibentuk secara bersama oleh persepsi ketidakpastian, isyarat kredibilitas, serta sejauh mana investor mengandalkan fundamental dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kredibilitas emiten dan kualitas pengungkapan, perbaikan komunikasi risiko, serta dukungan edukasi investor dan fitur pendukung keputusan pada platform investasi digital untuk mendorong partisipasi IPO yang lebih informasional dan berkelanjutan.