digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


AULIA RIZKIYA AL FADILA
EMBARGO  2029-07-30 

AULIA RIZKIYA AL FADILA
EMBARGO  2029-07-30 

AULIA RIZKIYA AL FADILA
EMBARGO  2029-07-30 

AULIA RIZKIYA AL FADILA
EMBARGO  2029-07-30 

AULIA RIZKIYA AL FADILA
EMBARGO  2029-07-30 

AULIA RIZKIYA AL FADILA
EMBARGO  2029-07-30 


Kristal violet merupakan zat warna kationik yang banyak: digunak:an dalam industri, namun bersifat toksik, karsinogenik, dan mutagenik sehingga berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Adsorpsi menjadi metode yang banyak: dikembangkan untuk mengbilangkan kristal violet dari limbah arr karena ekonomis, efektif, efisien, dan sederhana. Pada penelitian ini dibuat adsorben gelatin termodifikasi glioksal dengan komposisi optimum pada konsentrasi gelatin 15% (m/v) dan perbandingan mo!gelatin:glioksal 8:4, dengan derajat penggembungan sebesar 261,83%. Komposisi ini dipilib karena memiliki kapasitas dan persen adsorpsi terbesar. Karak:terisasi menggunak:an uji derajat penggembungan, Fourier Transform Infrared (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM­ EDS). Spektrum FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang pada gugus fungsi 0-H/N-H yang menandakan keberhasilan modifikasi gelatin dengan glioksal serta pada gugus fungsi 0-H dan C=O yang menandakan adanya interak:si antara adsorben dan kristal violet. Citra SEM menunjukkan perubahan morfologi permukaan dari permukaan adsorben yang kasar danberpori sebelum adsorpsi menjadi permukaan yang halus dan tertutup setelah adsorpsi dan distribusi kristal violet yang merata pada permukaan adsorben yang menandakan keberhasilan proses adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi diperoleh pada pH 8, massa adsorben 0,09 gram, dan wak:tu kontak 120 menit. Proses adsorpsi mengikuti model kinetika orde satu semu dan isoterm Langmuir dengan qmm sebesar 82,27 mg/g pada 333 K. Studi termodinarnika menunjukkan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara spontan dengan AG0 sebesar -35,44 kJ/mol pada 303 K, -36,84 kJ/mol pada 318 K, dan -38,25 kJ/mol pada 333 K, bersifat eksotermik dengan .6.H0 -7,01 kJ/mol, dan disertai peningkatan ketidakteraturan sistem dengan AS0 sebesar 93,82 J/mol.K. Larutan KC!0,25 M merupak:an pendesorpsi optimum dengan persen desorpsi sebesar 44,43%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adsorben gelatin termodifikasi glioksal memiliki performa adsorpsi yang baik dengan sintesis yang lebib sederhana serta penggunaan agen pengikat silang yang lebib ramah lingkungan dibandingkan adsorben yang telah dikembangkan sebelumnya.