digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fely Widiyani
PUBLIC Latifa Noor

PUSTAKA Fely Widiyani
PUBLIC Latifa Noor

COVER Fely Widiyani
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB1 Fely Widiyani
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB2 Fely Widiyani
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB3 Fely Widiyani
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB4 Fely Widiyani
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB5 Fely Widiyani
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

Slowly Digestible Starch (SDS) merupakan tipe pati lambat cerna yang dapat mengurangi risiko obesitas. Hal ini dikarenakan enzim ?-amilase dalam tubuh sulit mengenali pati sebagai substrat, akibatnya pati dicerna secara lambat sehingga tubuh dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan dan karakterisasi kompleks inklusi pati dengan etil laurat. Pati yang digunakan adalah pati yang berasal dari singkong. Kompleks inklusi pati–etil laurat dibuat dengan memvariasikan konsentrasi etil laurat sebesar 1%, 3%, 5%, 7%, 10%, 12%, dan 15% (v/b berdasarkan berat pati) pada 86 ºC selama 2 jam. Uji degradasi pati dilakukan dengan menggunakan enzim ?-amilase. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan pati berhasil diisolasi dengan persen (b/b) rendemen 13,6%, kadar air 1,7%, dan kadar amilosa 19,4%. Kompleks inklusi pati–etil laurat berhasil dibuat dengan persen rendemen berkisar 79 – 100%. Kompleks inklusi pati–etil laurat memiliki struktur V6- amilosa dengan enam buah gula per putaran heliks. Kompleks inklusi pati–etil laurat menunjukkan spektrum mirip pati dan tidak menghasilkan puncak vibrasi etil laurat pada FTIR (Fourier Trasform Infra-Red). Selain itu, karakterisasi XRD (X-Ray Diffraction) terhadap kompleks menunjukkan adanya puncak difraksi 2? di 13º dan 20º. Data UV-Vis untuk kompleks menunjukkan puncak baru pada panjang gelombang 248 nm. Selain itu, data UV- Vis menunjukkan adanya puncak khas etil laurat pada panjang gelombang 268 – 298 nm tidak muncul pada kompleks. Data SEM (Scanning Electron Microscope) memperlihatkan perbedaan morfologi antara pati yang berbentuk granula dengan kompleks yang berbentuk tidak beraturan. Studi degradasi kompleks inklusi pati–etil laurat menggunakan enzim ?- amilase menunjukkan persen hidrolsis kompleks 3 – 30% lebih rendah dibandingkan pati dalam waktu 60 menit. Penurunan persen hidrolisis tersebut mengindikasikan bahwa kompleks inklusi pati–etil laurat berpotensi dijadikan makanan lambat cerna yang dapat mengurangi risiko obesitas.