digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fadila Assaniya
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 1 Fadila Assaniya
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 2 Fadila Assaniya
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 3 Fadila Assaniya
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 4 Fadila Assaniya
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 5 Fadila Assaniya
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

PUSTAKA Fadila Assaniya
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

2021 TA PP FADILA ASSANIYA_JURNAL.pdf]
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

Perkembangan zaman telah mendorong adanya pergeseran kegiatan ekonomi yang menitikberatkan pada penciptaan barang dan jasa melalui pemanfaatan kreativitas dan kekayaan intelektual yang dikenal dengan istilah industri kreatif. Namun, industri kreatif yang terletak di daerah rawan bencana rentan mengalami gangguan dalam keberjalanan aktivitas ekonominya. Modal sosial yakni kepercayaan, norma/etika, dan jaringan yang melekat dalam hubungan sosial diyakini efektif dalam meningkatkan tindakan kolektif dan memiliki tingkat pemulihan tercepat terhadap bencana. Pemulihan pascabencana tersebut dilihat sebagai r esiliensi industri kreatif yang dipelajari melalui proses kreatif sebagai proses yang dilakukan oleh industri kreatif melalui pemanfataan kapasitas adaptif dengan cara-cara kreatif, meliputi penciptaan pengetahuan dan pengembangan sikap kewirausahaan. Berdasarkan penjelasan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh modal sosial pada industri kreatif dalam mewujudkan resili ensi di wilayah pascabencana. Untuk dapat menjawab tujuan penelitian, dilakukan pendekatan studi kasus pada industri kreatif perak di Kotagede, Yogyakarta . Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara dengan metode non-probability sampling, yaitu purposive sampling serta snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis kualitatif menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan antecedent analysis . Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berupa kepercayaan, norma/etika, dan jejaring di masyarakat, selain tercermin pada kegiatan sosialnya, juga ditemukan dalam kegiatan usaha. Namun, modal sosial sebagai kepercayaan dan jejaring usaha memiliki pengaruh yang paling besar terhadap pembentukan proses kreatif sebaga i upaya dalam mewujudkan resiliensi industri kreatif.