Bab 1 Pendahuluan ini menguraikan dasar-dasar penelitian tentang pola pergerakan dan pembebanan lalu lintas di Kecamatan Gedebage, Bandung.
**Latar Belakang:** Kecamatan Gedebage adalah kawasan periurban yang mengalami transformasi spasial dan sosial ekonomi intensif akibat perkembangan metropolitan Bandung. Didorong oleh investasi strategis seperti Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Summarecon Bandung, Masjid Raya Al-Jabbar, dan Stadion GBLA, Gedebage menunjukkan perubahan guna lahan signifikan (penurunan lahan pertanian, peningkatan kawasan terbangun). Transformasi ini meningkatkan aktivitas dan mobilitas, menciptakan "derived demand" transportasi, dan berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan perjalanan dan kapasitas infrastruktur yang ada, serta membebani jaringan jalan. Penelitian ini berupaya memahami interaksi kompleks antara infrastruktur transportasi dan perubahan guna lahan dalam konteks ini.
**Rumusan Masalah:** Penelitian ini mengatasi empat masalah utama:
1. Proyeksi pola perubahan tutupan dan guna lahan di Gedebage hingga tahun 2045 belum diketahui.
2. Besaran dan distribusi spasial bangkitan serta tarikan perjalanan akibat pertumbuhan penduduk dan perubahan guna lahan belum diketahui.
3. Pola hubungan asal-tujuan antarzona, termasuk interaksi internal dan eksternal, belum dipahami.
4. Pengaruh distribusi perjalanan dan pemilihan moda terhadap beban lalu lintas dan kinerja ruas jalan di Gedebage belum diketahui.
Pertanyaan penelitian utamanya adalah: bagaimana memodelkan pola pergerakan dan pembebanan lalu lintas di Kecamatan Gedebage pada tahun 2045 berdasarkan proyeksi guna lahan menggunakan kerangka Four-Step Model (FSM)?
**Tujuan dan Sasaran:** Tujuan penelitian adalah memodelkan pola pergerakan dan pembebanan lalu lintas di Gedebage untuk tahun proyeksi 2045 (dengan 2025 sebagai tahun dasar) menggunakan FSM. Sasaran penelitian meliputi:
1. Memproyeksikan perubahan tutupan lahan.
2. Memproyeksikan bangkitan dan tarikan perjalanan.
3. Memodelkan distribusi perjalanan antarzona.
4. Memodelkan pemilihan moda, pembebanan lalu lintas, dan kinerja ruas jalan.
**Ruang Lingkup dan Batasan:**
* **Materi:** Fokus pada dinamika perubahan guna lahan, interaksi guna lahan-transportasi (LUTI), dan pemodelan transportasi empat tahap (FSM). Penelitian ini memodelkan perjalanan orang (internal-internal, internal-eksternal, eksternal-internal), namun tidak mencakup perjalanan eksternal-eksternal (hanya melintas) dan angkutan barang.
* **Wilayah:** Kecamatan Gedebage (meliputi Kelurahan Cimincrang, Cisaranten Kidul, Rancabolang, dan Rancanumpang), dengan mempertimbangkan pengaruh fungsional Stasiun Kereta Cepat Tegalluar meskipun secara administratif di luar Gedebage.
* **Waktu:** Penelitian dilakukan Maret-September 2026, dengan proyeksi untuk tahun 2045.
**Ringkasan Metode Penelitian:** Penelitian ini bersifat kuantitatif, eksplanatif, dan prediktif, menggunakan pendekatan deduktif berbasis LUTI dan FSM. Data sekunder dan hasil survei dari studio transportasi digunakan. Analisis melibatkan proyeksi perubahan tutupan lahan dengan CA-ANN, proyeksi bangkitan/tarikan perjalanan, pemodelan distribusi perjalanan dan pemilihan moda menggunakan XGBoost, serta pembebanan perjalanan kendaraan pada jaringan jalan. Kinerja ruas jalan dievaluasi menggunakan volume, rasio V/C, dan tingkat pelayanan jalan dalam skenario "no-build" tahun 2045.
**Manfaat Penelitian:**
* **Akademik:** Memberikan kontribusi pada kajian LUTI di kawasan periurban, mengintegrasikan perubahan guna lahan dengan pemodelan transportasi menggunakan metode CA-ANN dan XGBoost.
* **Praktis:** Menjadi acuan bagi perencana transportasi, pengelola kawasan, dan pengembang dalam memahami implikasi pengembangan guna lahan terhadap kebutuhan perjalanan dan tekanan lalu lintas, serta mendukung penyusunan strategi transportasi.
* **Kebijakan:** Memberikan masukan bagi Pemerintah Kota Bandung dalam menyelaraskan pengendalian pemanfaatan ruang dengan perencanaan sistem transportasi di KSK PPK Gedebage, mendukung penentuan prioritas pengembangan dan penanganan transportasi.
Bab ini diakhiri dengan sistematika penulisan penelitian yang terdiri dari enam bab.