Tesis karya Zahra Yulliandra (NIM 25725029) dari Institut Teknologi Bandung pada Juli 2026 ini menganalisis faktor keberlanjutan pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kabupaten Sleman.
**Latar Belakang Masalah:** Penutupan permanen TPA Piyungan akibat kelebihan kapasitas dan sistem *open dumping* menimbulkan tantangan besar bagi pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman merespons dengan membangun tiga TPST (Tamanmartani, Donokerto, Sendangsari) yang mengolah sampah menjadi *refuse derived fuel* (RDF). Namun, TPST-TPST ini masih menghadapi kendala seperti kapasitas pengolahan yang belum optimal, masih adanya residu, dan target penanganan/pengurangan sampah yang belum tercapai maksimal.
**Tujuan Penelitian:** Menganalisis kondisi eksisting, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan, status keberlanjutan, dan strategi pengembangan pengelolaan sampah pada ketiga TPST tersebut.
**Metodologi:** Penelitian ini menggunakan pendekatan *Multidimensional Scaling-Rapid Appraisal for Sustainability* (MDS-RAPS) untuk meninjau lima aspek: teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan, regulasi, dan sosial-partisipasi masyarakat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari masyarakat, pengelola TPST, dan instansi terkait. Hasil MDS-RAPS kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan strategi melalui analisis SWOT.
**Hasil Penelitian:**
* **Teknis Operasional:** TPST Donokerto dan Sendangsari dinilai cukup berkelanjutan, sementara TPST Tamanmartani kurang berkelanjutan (indeks 48,92) dengan efisiensi teknologi pengolahan sebagai faktor paling berpengaruh.
* **Kelembagaan, Pembiayaan, dan Regulasi:** Ketiga TPST dinilai cukup berkelanjutan pada ketiga aspek ini. Faktor paling berpengaruh berturut-turut adalah tugas dan tanggung jawab pengelola, kesesuaian gaji pekerja TPST, dan kepatuhan terhadap peraturan retribusi sampah.
* **Partisipasi Masyarakat:** TPST Tamanmartani dan Donokerto dinilai cukup berkelanjutan, sedangkan TPST Sendangsari kurang berkelanjutan (indeks 46,41) dengan upaya masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai faktor paling berpengaruh.
* **Analisis SWOT:** Menunjukkan posisi pengelolaan sampah pada kuadran I (*Strength-Opportunity*), yang merekomendasikan strategi agresif. Strategi ini menekankan pemanfaatan kekuatan untuk mengoptimalkan peluang guna mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Sleman.
**Kesimpulan:** Secara umum, pengelolaan sampah di TPST Kabupaten Sleman menunjukkan tingkat keberlanjutan yang cukup, meskipun ada beberapa aspek dan TPST spesifik yang masih memerlukan perbaikan. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif untuk memaksimalkan potensi yang ada.