Tesis sarjana oleh Syahrani Putri Khairul Amri (ITB, 2026) ini memodifikasi metode Craig-Geffen-Morse (CGM) untuk pemodelan injeksi air salinitas rendah (LSWI) melalui skema perubahan kebasahan kontinu. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang menerapkan kurva permeabilitas relatif salinitas rendah secara diskrit, penelitian ini memperkenalkan bobot pencampuran tak berdimensi yang secara bertahap menginterpolasi parameter permeabilitas relatif berbasis volume pori air yang diinjeksikan. Bobot ini ditahan pada nol selama pengisian gas awal, lalu meningkat sebanding dengan volume pori air yang diinjeksikan, memungkinkan kurva permeabilitas relatif berevolusi secara bertahap dari kondisi salinitas tinggi menuju keadaan *waterwet* penuh.
Model ini diimplementasikan menggunakan Visual Basic for Applications (VBA) di Microsoft Excel dan diterapkan pada reservoir homogen satu lapisan. Hasilnya menunjukkan bahwa injeksi air salinitas rendah meningkatkan faktor perolehan minyak pada saat *floodout* dari 36,9% menjadi 44,2% dari minyak awal di tempat (OOIP), sebuah peningkatan sekitar 7,3%. Studi sensitivitas terhadap parameter utama, yaitu volume pori air yang dibutuhkan untuk menuntaskan perubahan kebasahan (*pvmax*), menunjukkan bahwa faktor perolehan akhir dikendalikan oleh kondisi pencampuran yang dicapai pada saat *floodout*. Jika perubahan kebasahan tuntas sebelum *floodout* (*pvmax* cukup kecil), manfaat penuh tercapai; sebaliknya, jika tidak tuntas, manfaatnya terpotong. Model ini juga berhasil mereproduksi hasil CGM yang telah dipublikasikan pada batas salinitas tinggi dan alterasi seketika, memastikan validitasnya.
Singkatnya, penelitian ini menyajikan pendekatan yang lebih realistis dan berkelanjutan untuk memodelkan efek LSWI dalam kerangka CGM, mengidentifikasi *pvmax* sebagai parameter kunci yang mempengaruhi perolehan minyak akhir.