Bab ini meninjau literatur terkait Operasi Manajemen (OM), Perjanjian Tingkat Layanan (SLA), dan Manajemen Pengadaan dan Kontrak (PCM). Penilaian kinerja SLA harus mengintegrasikan tingkat staf, efisiensi proses pembelian, dan administrasi kontrak.
Ulasan penelitian sebelumnya mencakup berbagai topik seperti struktur SLA yang efektif (Goo et al.), evaluasi kinerja pengadaan publik (Murti Putro), peningkatan pusat layanan bersama melalui tata kelola berbasis SLA (Suterisno Munir), peran strategis manajemen pengadaan dalam kinerja organisasi dan penciptaan nilai (Alasfar; Malacina et al.), dampak alokasi sumber daya (Abdi et al.), pengukuran penundaan pengadaan (Ottou et al.), pengukuran kinerja rantai pasok layanan (Wurjaningrum Adienya), dan efektivitas administrasi kontrak (Seboka Gidebo). Namun, studi tersebut mengidentifikasi kesenjangan: kurangnya penelitian yang mengaitkan implementasi metode kerja (seperti metode *end-to-end* atau *split*) antara pengadaan dan manajemen kontrak dengan kinerja SLA dalam lingkungan operasional terintegrasi, terutama di sektor hulu minyak dan gas Indonesia.
Tinjauan ini kemudian menjelaskan kerangka teoritis utama:
1. **Manajemen Operasi (OM):** Meliputi desain, perencanaan, kontrol, dan peningkatan proses untuk menciptakan nilai. Konsep pentingnya adalah lima target kinerja (kualitas, kecepatan, ketergantungan, fleksibilitas, biaya), desain proses dan spesialisasi kerja, koordinasi proses, kontrol proses (termasuk *continuous improvement* dengan siklus PDCA), serta pengembangan kapabilitas personel.
2. **Service Level Agreement (SLA):** Berfungsi sebagai parameter operasional terukur untuk efektivitas proses bisnis, menetapkan target kinerja, dan memandu pengambilan keputusan. SLA yang efektif memiliki pengukuran, pemantauan berkelanjutan, dan mekanisme korektif.
3. **Manajemen Pengadaan dan Kontrak (PCM):** Fungsi vital yang menjamin pengadaan yang efisien, transparan, dan sesuai. Efisiensinya sangat bergantung pada desain proses, alokasi sumber daya, mekanisme koordinasi, dan kapabilitas personel, yang semuanya memengaruhi pencapaian SLA.
Kerangka konseptual penelitian ini menunjukkan bagaimana distribusi kerja, metode kerja operasional, dan tingkat kapabilitas personel memengaruhi kinerja SLA dalam fungsi PCM, di bawah payung prinsip-prinsip manajemen operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dengan menganalisis metode kerja dan faktor terkait proses dalam kinerja SLA.