Tesis sarjana oleh Iman Raditya Wira Adyatma (ITB, 2026) ini berfokus pada pemodelan produksi terintegrasi di lapangan gas Alpha untuk mengoptimalkan alokasi gas menuju ekspor Beta dan operasi lapangan Gamma. Lapangan gas Alpha adalah lapangan matang tanpa kompresi dengan jaringan produksi dua cabang. Penurunan tekanan reservoir menyebabkan tantangan seperti deliverability sumur yang menurun, risiko *liquid loading*, dan kesulitan memenuhi target alokasi gas ke kedua saluran.
Penelitian ini mengembangkan model produksi terintegrasi (meliputi reservoir, sumur, dan jaringan permukaan) yang dikalibrasi dengan data historis. Model tersebut digunakan untuk menganalisis dampak penurunan tekanan separator masuk Gamma melalui analisis sensitivitas dan peramalan produksi. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan tekanan separator masuk Gamma dapat meningkatkan *drawdown* reservoir, kemampuan alir sumur, produksi gas kumulatif (hingga 11,1%), dan pendapatan (hingga 11,5%) dibandingkan kondisi dasar.
Namun, penurunan tekanan ini juga mengubah distribusi aliran gas antara cabang Gamma dan Beta, sehingga diperlukan penyesuaian tekanan operasi di Beta untuk mempertahankan target pasokan gas ke Gamma. Skenario optimal ditemukan pada penurunan tekanan separator masuk Gamma dari 325 psig menjadi 225 psig, karena menawarkan alokasi gas yang paling stabil, produksi maksimal, dan kinerja ekonomi terbaik. Studi ini menyimpulkan bahwa optimasi tekanan separator dalam jaringan produksi dua cabang harus mempertimbangkan interaksi hidraulik, kendala operasional, dan aspek ekonomi secara bersamaan, bukan hanya peningkatan produksi.