Tesis ini mengevaluasi efisiensi penyimpanan CO2 dinamis di akuifer salin, khususnya Formasi Talang Akar di Cekungan Sunda-Asri Indonesia, dengan mempertimbangkan kendala geomekanik. Tujuannya adalah untuk mengembangkan metode evaluasi sistematis dan menentukan faktor efisiensi penyimpanan dinamis yang minim risiko.
Studi ini menggunakan beberapa pendekatan:
1. **Estimasi Statis Awal:** Simulasi Monte Carlo probabilistik menghasilkan kapasitas statis teoretis P50 sebesar 11,96 metrik ton (Mt) CO2, yang disesuaikan menjadi 0,24 Mt setelah mempertimbangkan efisiensi teoretis 2%. Inisialisasi model reservoir 3D komposisional menghasilkan kapasitas statis teoretis serupa, 12,16 Mt CO2.
2. **Pemodelan Dinamis:** Pemodelan dinamis menunjukkan perbedaan signifikan, membatasi injektivitas yang aman menjadi 0,192 Mt CO2.
3. **Kendala Geomekanik:** Integrasi mekanika batuan realistis (modulus Young dan rasio Poisson) untuk mencegah kegagalan batuan penutup semakin memangkas kapasitas penyimpanan akhir menjadi 0,100 Mt CO2, menghasilkan faktor efisiensi dinamis minim risiko sebesar 0,82.
Ekstrapolasi faktor efisiensi 0,82 ini ke kapasitas teoretis cekungan sebesar 3 gigaton (Gt) CO2 mengonfirmasi potensi penyimpanan regional praktis sebesar 24,65 Mt CO2. Studi ini memvalidasi hierarki konsisten (statis > dinamis > geomekanika) dalam model penyimpanan, menjadikannya kerangka kerja yang kuat untuk mitigasi ketidakpastian bawah permukaan dan mendukung target dekarbonisasi Indonesia pada tahun 2060.