Tesis ini membahas pengembangan elektrokatalis hibrida lembaran nano MXene (Nb2COH2) dan CuO nanopori (NCuO) untuk reaksi evolusi hidrogen (HER), sebagai solusi terhadap peningkatan permintaan energi dan masalah emisi CO2 dari energi fosil. Hidrogen (H2) dianggap sebagai energi bersih yang dapat diproduksi melalui HER.
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis Nb2CTx, Nb2COH2, NCuO, dan hibrida Nb2COH2/NCuO, serta menguji kinerja elektrokimia mereka untuk HER. MXene disintesis melalui proses *etching* lapisan Al dari Nb2AlC dan dimodifikasi permukaannya dengan NaOH untuk menghasilkan Nb2COH2. CuO nanopori disintesis menggunakan silika KIT-6 sebagai templat.
Hasil karakterisasi (FTIR, XRD, SEM, TEM) mengkonfirmasi keberhasilan sintesis semua material dan integrasi NCuO pada permukaan MXene, yang menyebabkan peningkatan luas permukaan spesifik (BET) dari 6,5 m2/g menjadi 21,6 m2/g.
Uji kinerja elektrokatalis secara elektrokimia menunjukkan bahwa hibrida Nb2COH2/NCuO memiliki kinerja paling optimal untuk HER. Elektrokatalis ini mencapai nilai overpotensial 300 mV pada densitas arus 10 mA/cm2 dengan gradien Tafel 43 mV/dek, jauh lebih unggul dibandingkan Nb2COH2 (470 mV, 62 mV/dek), Nb2CTx (554 mV, 91 mV/dek), dan NCuO (702 mV, 127 mV/dek). Selain itu, elektrokatalis hibrida Nb2COH2/NCuO juga menunjukkan stabilitas elektrokimia yang baik selama 12 jam pengujian.
Kesimpulannya, elektrokatalis hibrida Nb2COH2/NCuO menunjukkan potensi besar sebagai material yang efisien dan stabil untuk produksi hidrogen melalui reaksi evolusi hidrogen.