Teks ini adalah pendahuluan penelitian yang membahas permasalahan stabilitas dan efisiensi pada sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Sistem Jamali sering mengalami ayunan frekuensi akibat ketidakseimbangan antara pembangkit dan beban, serta menghadapi kenaikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.
Meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berperan strategis sebagai energi terbarukan yang beroperasi kontinu, harga beli energinya terkadang lebih tinggi dari BPP sistem, menimbulkan tekanan biaya. Kondisi ini diperparah dengan adanya indikasi ketidakpatuhan PLTP terhadap instruksi pengatur beban (dispatch), yaitu deviasi antara perintah dengan realisasi output. Ketidakpatuhan ini dapat disebabkan oleh faktor teknis (fleksibilitas unit) maupun non-teknis (komunikasi, struktur kontrak) dan berdampak negatif pada stabilitas teknis (ayunan frekuensi, cadangan operasi) serta efisiensi ekonomi sistem.
Mengingat keterbatasan penelitian sebelumnya yang belum secara spesifik mengkaji kepatuhan dispatch PLTP menggunakan data operasional riil dalam konteks sistem Jamali, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif tingkat kepatuhan lima unit PLTP X di Jamali. Tujuannya adalah mengidentifikasi penyebab teknis, non-teknis, dan finansial ketidakpatuhan, serta mengevaluasi dampak teknis dan finansialnya.
Penelitian ini signifikan karena hasilnya diharapkan dapat memberikan masukan berbasis bukti bagi operator sistem (PLN), operator PLTP, dan regulator untuk menyempurnakan strategi operasi, kontrak jual beli, serta kebijakan energi nasional. Batasan penelitian ini mencakup fokus pada lima unit PLTP di Jawa Barat selama satu tahun operasional, serta analisis pada karakteristik peralatan pembangkit dan aspek non-teknis seperti kebijakan kontrak dan komunikasi.