Teks ini menguraikan bab pendahuluan dari sebuah penelitian mengenai kapasitas dan tata letak vertiport.
**Latar Belakang:**
Advanced Air Mobility (AAM), khususnya Urban Air Mobility (UAM), adalah sistem transportasi baru yang menggunakan pesawat listrik (eVTOL) untuk mengangkut orang dan barang di perkotaan. AAM berpotensi melengkapi helikopter dengan operasional yang lebih ramah lingkungan dan minim kebisingan. Vertiport, fasilitas pendukung eVTOL untuk lepas landas, mendarat, dan bongkar muat, menjadi infrastruktur kunci. Dengan meningkatnya minat dan operasional eVTOL, aktivitas vertiport akan meningkat, namun pembangunan vertiport di perkotaan menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan rintangan bangunan tinggi. Oleh karena itu, kajian hubungan kapasitas dan tata letak vertiport sangat penting. Penelitian sebelumnya oleh Qarni (2025) telah menganalisis konfigurasi dan kapasitas vertiport satu pad, menemukan potensi *bottleneck* pada pad.
**Masalah Penelitian:**
Meskipun banyak penelitian fokus pada konfigurasi pad dan stand, belum ada yang secara jelas menunjukkan efek variabilitas *turnaround time* (TAT) eVTOL, interaksi pad pada vertiport multi-pad, faktor stokastik pada TAT, serta pertimbangan peraturan keselamatan penerbangan dalam desain tata letak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan studi Qarni (2025) dengan merancang tata letak vertiport dua pad sesuai regulasi dan menganalisis pengaruh faktor stokastik pada TAT terhadap kapasitas.
**Tujuan Penelitian:**
1. Mengetahui pengaruh jumlah stand, tata letak, dan TAT terhadap kapasitas vertiport dua pad.
2. Mengetahui konsep operasi terbaik (independen vs. segregasi) pada vertiport dua pad.
3. Mengetahui pengaruh TAT stokastik terhadap kapasitas vertiport dua pad.
4. Mendapatkan rekomendasi tata letak dan konsep operasi vertiport dua pad terbaik untuk interval kedatangan tertentu.
**Batasan Penelitian:**
* Pesawat referensi: Carter Air Taxi (eVTOL terbesar yang ditinjau).
* Desain vertiport dua pad berdasarkan panduan EASA PTS VPTDSN.
* Tata letak vertiport yang dianalisis: linear dan satelit.
**Metodologi Penelitian:**
Penelitian ini menggunakan simulasi kejadian diskrit (*discrete event simulation* - DES) dengan perangkat lunak AnyLogic. Tahapannya meliputi:
1. Desain geometri vertiport dua pad (konfigurasi linear dan satelit dengan variasi jumlah stand) berdasarkan literatur dan panduan EASA.
2. Pembuatan model operasi vertiport mempertimbangkan konsep independen dan segregasi.
3. Simulasi dengan variasi waktu TAT.
4. Analisis hasil simulasi untuk rekomendasi konfigurasi dan konsep operasi.