Teks ini membahas tantangan utama dalam pengembangan algoritma rekonstruksi citra medis, yaitu keterbatasan akses terhadap data proyeksi mentah (sinogram) dari pemindaian CT klinis. Sinogram penting untuk representasi pengukuran atenuasi, namun sulit diakses karena format proprietary, ukuran file besar, dan pre-processing yang menghilangkan 'kemurnian' data mentah. Meskipun teknologi seperti Dual-Energy CT (DECT) dan Virtual Monoenergetic Imaging (VMI) menawarkan keunggulan dalam karakterisasi jaringan, metode rekonstruksi berbasis proyeksi yang lebih akurat terhambat oleh kurangnya data mentah.
Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengusulkan pendekatan alternatif dengan menyintesis sinogram dari citra VMI multi-energi menggunakan transformasi Radon. Tujuannya adalah mengevaluasi validitas sinogram sintesis, kualitas rekonstruksi balik dari sinogram tersebut dibandingkan citra VMI asli (menggunakan metrik RMSE, PSNR, SSIM pada domain koefisien atenuasi, unit Hounsfield, dan piksel mentah), serta menganalisis pengaruh variasi energi VMI terhadap konsistensi sinogram dan hasil rekonstruksi. Pendekatan ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan akses data mentah untuk inovasi lebih lanjut dalam sistem DECT spektral.