Disertasi ini mengatasi masalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang belum memiliki antivirus spesifik, dengan menargetkan protein non-struktural NS1 virus Dengue serotipe 2, khususnya domain "roll" yang esensial untuk fungsi dimerisasinya. Peneliti mengembangkan peptida 19-mer turunan domain roll untuk menghambat dimerisasi NS1 secara kompetitif, serta menggunakan ektoin sebagai kopelarut untuk meningkatkan stabilitas dan afinitas peptida. Hasil pengujian in vitro (SPR, CD, ELISA) dan komputasi (docking, simulasi dinamika molekuler) menunjukkan bahwa peptida berikatan kuat dengan NS1, mengganggu struktur dan fungsinya, sementara ektoin terbukti meningkatkan stabilitas interaksi peptida secara signifikan. Temuan ini memberikan dasar kuat untuk pengembangan terapi peptida berbasis domain roll yang distabilkan ektoin sebagai strategi baru yang menjanjikan untuk menekan DBD, khususnya yang disebabkan oleh DENV2.