Penelitian tesis oleh Anggit Lufiandati dari Institut Teknologi Bandung ini menyelidiki seroprevalensi toksoplasmosis serta faktor risikonya di komunitas ITB kampus Ganesha, sekaligus mengkaji hubungannya dengan kesehatan mental. Melalui desain potong lintang pada 262 subjek, penelitian menemukan seroprevalensi toksoplasmosis di ITB Ganesha mencapai 41,6%. Faktor risiko yang signifikan terhadap seropositivitas meliputi usia yang lebih tua, jenis kelamin laki-laki, dan pekerjaan di luar ruangan. Meskipun 26,7% subjek menunjukkan potensi masalah kesehatan mental, tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara seropositivitas toksoplasmosis dengan status kesehatan mental atau faktor perilaku yang diteliti. Hasil ini menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan upaya pencegahan toksoplasmosis yang berfokus pada pengendalian paparan lingkungan serta perlindungan kelompok pekerja berisiko tinggi di lingkungan ITB.