Penelitian ini berfokus pada pemantauan kadar antibiotik meropenem dalam darah pasien pneumonia rawat inap di RSUP Dr. Hasan Sadikin untuk mengevaluasi ketercapaian target farmakokinetik-farmakodinamik (FK/FD) yang esensial bagi efektivitas dan keamanan terapi. Studi observasional deskriptif pada 30 pasien menunjukkan variabilitas kadar meropenem antar individu, yang sangat dipengaruhi oleh fungsi ginjal; pasien dengan gangguan fungsi ginjal memiliki kadar lebih tinggi dan bertahan lebih lama, sedangkan yang dengan fungsi ginjal baik mengalami eliminasi yang lebih cepat. Hasilnya mengindikasikan bahwa pemberian meropenem melalui *extended infusion* selama 3 jam lebih efektif dalam menjaga kadar plasma terapeutik dan mencapai *probability of target attainment* (PTA) yang lebih tinggi dibandingkan *intermittent infusion* 1 jam. Oleh karena itu, *extended infusion* 3 jam direkomendasikan untuk mencapai kadar terapeutik meropenem yang lebih lama dan optimal pada pasien pneumonia.