Bab Pendahuluan ini membahas urgensi pariwisata berkelanjutan dan pengelolaannya pada destinasi berbasis warisan budaya, khususnya Kawasan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. Teks ini menyoroti pentingnya loyalitas wisatawan, yang dipengaruhi oleh kualitas destinasi (5A) serta autentisitas (fisik dan eksistensial), sebagai kunci keberlanjutan. Mengingat adanya kesenjangan pengetahuan mengenai kontribusi relatif ketiga faktor tersebut di KAA, penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi simultan dan mengidentifikasi faktor dominan terhadap loyalitas wisatawan. Hasilnya akan disintesiskan dengan standar Global Sustainable Tourism Council (GSTC) untuk merumuskan implikasi manajerial dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan kawasan tersebut, mendukung aspirasi pengakuan sebagai situs warisan dunia UNESCO.