Penelitian Dinda Puspavidya mengestimasi risiko gempa bumi di kawasan konvergensi aktif segmen Banda melalui pengembangan peta eksposur berbasis taksonomi bangunan untuk fasilitas pendidikan, kesehatan, dan permukiman. Studi ini penting karena data makro yang ada belum memadai untuk mitigasi risiko lokal pada bangunan publik vital yang juga berfungsi sebagai lokasi evakuasi, serta permukiman yang rentan dan tersebar luas. Hasil pemetaan menunjukkan sebagian besar fasilitas pendidikan dan kesehatan bertipe MCF di Sulawesi Tengah dan Utara, namun Maluku masih didominasi tipe MUR, dengan analisis populasi terdampak menunjukkan paparan tertinggi pada permukiman yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan jiwa. Peta eksposur mikrospasial, estimasi kerugian, dan data populasi terdampak ini menjadi dasar ilmiah krusial untuk mitigasi bencana, prioritisasi penguatan bangunan, alokasi sumber daya, dan strategi kesiapsiagaan guna mendukung pembangunan wilayah tangguh gempa.