Teks ini membahas urgensi global dan nasional untuk beralih dari model ekonomi linier yang tidak berkelanjutan, yang menyebabkan konsumsi material masif, eksploitasi sumber daya, dan kerusakan lingkungan, termasuk dampak signifikan pada sektor infrastruktur jalan tol di Indonesia. Sebagai respons, ekonomi sirkular yang menekankan prinsip mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang diusulkan sebagai pendekatan berkelanjutan yang menawarkan manfaat lingkungan dan ekonomi, seperti efisiensi biaya dan penciptaan peluang bisnis baru. Meskipun Indonesia dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menunjukkan komitmen kuat terhadap penerapan ekonomi sirkular di sektor konstruksi, belum tersedia instrumen evaluasi komprehensif untuk mengukur tingkat implementasi, kesiapan rantai pasok, dan potensi manfaat ekonomi secara sistematis pada proyek jalan tol. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengembangkan instrumen evaluasi tersebut, dengan fokus pada seluruh tahapan siklus hidup infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatra.