Teks ini membahas secara komprehensif turbin angin sumbu horizontal (HAWT), termasuk klasifikasinya berdasarkan kapasitas daya dan kecepatan angin (standar IEC). Disertasi ini secara khusus menargetkan HAWT dengan dimensi sudu kategori menengah yang beroperasi pada kecepatan angin rendah (3-7 m/s, sesuai IEC kelas IV). Desain dan kinerja turbin angin dipengaruhi oleh potensi angin, lokasi, serta parameter sudu seperti daya output, jumlah, profil, dan kecepatan angin, dengan tujuan optimasi untuk meminimumkan massa sudu. Analisis aerodinamis melibatkan metode Blade Element Momentum (BEM) dan Computational Fluid Dynamics (CFD), sementara analisis struktural mempertimbangkan momen (lead-lag dan flapping), tegangan, serta defleksi sudu, yang disatukan melalui interaksi fluid-struktur (FSI). Aspek unik dari penelitian ini adalah pemodelan profil airfoil dan web sudu yang mengadopsi morfologi pelepah daun pisang, dipetakan menggunakan metode landmark, untuk mencapai kinerja yang optimal pada kondisi angin rendah.