Transisi energi global mendorong pemanfaatan energi terbarukan di daerah terpencil yang selama ini bergantung pada PLTD yang mahal dan beremisi tinggi. Sistem mikrogrid hibrida PLTS-PLTD dengan BESS menjadi solusi efisien, didukung oleh penurunan harga teknologi dan kebijakan pemerintah. Studi kasus menunjukkan penurunan LCOE dan konsumsi bahan bakar hingga 60%. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki potensi besar untuk sistem ini, dengan target RUPTL 2025-2034 untuk mengkonversi PLTD menjadi pembangkit hibrida berbasis energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja teknis, ekonomi, dan keandalan sistem hibrida PLTD-PLTS-BESS pada mikrogrid Olong di Pulau Seram, dengan menggunakan pemodelan PVsyst, optimasi Homer Pro, dan analisis stabilitas daya Digsilent PowerFactory, guna memvalidasi kelayakan pengembangan mikrogrid berbasis energi terbarukan di wilayah Indonesia bagian timur. Penelitian ini akan membahas potensi teknis PLTS, desain sistem hibrida, kinerja operasional dalam menjaga stabilitas, serta penghematan dan penurunan emisi dibandingkan PLTD saja.