Tesis ini menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi integrasi PLTS dan sistem penyimpanan baterai (BESS) ke dalam mikrogrid PLTD di Desa Olong, Pulau Seram. Hasil simulasi menunjukkan sistem hibrida 853 kWp PLTS dan 2.300 kWh BESS dapat memasok lebih dari 82% kebutuhan energi tahunan dari sumber terbarukan, mengurangi konsumsi bahan bakar diesel secara signifikan, menurunkan *net present cost* (NPC) dan *levelized cost of electricity* (LCOE), serta mengurangi emisi CO2. Analisis kestabilan jaringan menunjukkan bahwa sistem hibrida ini stabil meskipun terjadi fluktuasi PLTS. Kesimpulannya, sistem hibrida PLTS-PLTD-BESS layak untuk modernisasi mikrogrid terpencil di Indonesia, mendukung target dedieselisasi nasional.