Bab IV membahas hasil simulasi dan analisis mendalam tentang penerapan PLTS di Pulau Tunda. Simulasi PVsyst menunjukkan variasi musiman yang signifikan dalam iradiasi matahari dan produksi energi PLTS, dengan kerugian energi sekitar 3.7%. Data HOMER Pro dianalisis untuk empat skenario konfigurasi (PLTD, PLTD-PLTS, PLTS-BESS, dan PLTD-PLTS-BESS), menyoroti efisiensi ekonomi, pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan penurunan biaya operasional. Skenario PLTD-PLTS-BESS terbukti paling optimal secara ekonomi dengan LCOE terendah (0,212 US$/kWh) dan fraksi EBT tinggi (86%). Simulasi Power Factory Digsilent menunjukkan bahwa sistem hibrida mempertahankan stabilitas tegangan dan frekuensi, bahkan saat terjadi gangguan pada PLTS, dengan BESS berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem. Secara keseluruhan, proyek sistem hibrida PLTS-PLTD-BESS memenuhi indikator kelayakan, layak secara teknis dan keekonomian, serta sesuai dengan standar grid code.