Penelitian ini berfokus pada studi kelayakan penerapan PLTS di Pulau Tunda, Banten, sebuah pulau kecil terisolasi dengan 1.500 penduduk yang saat ini bergantung pada PLTD yang beroperasi 12 jam sehari dan dikelola oleh BUMDes dengan pengelolaan yang kurang optimal. Beban puncak listrik di pulau tersebut adalah 65 kW dan beban harian rata-rata 53 kW. Metodologi penelitian melibatkan identifikasi masalah ketergantungan pada genset, studi literatur tentang sistem PLTS, pengumpulan data primer (pengukuran beban listrik) dan sekunder (data radiasi matahari, data teknis PLTD), serta simulasi menggunakan perangkat lunak PVSyst (untuk PV sizing dan potensi energi PLTS), Homer Pro (untuk optimasi desain sistem PLTS dan analisis ekonomi), dan Digsilent (untuk simulasi sistem kelistrikan secara keseluruhan dan analisis stabilitas). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan teknis dan ekonomis penerapan PLTS, termasuk evaluasi skenario pembangkit hibrida solar-diesel untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di pulau tersebut. Data potensi energi surya dari Solargis menunjukkan potensi besar dengan iradiasi tahunan 1.837 kWh/m², dan peramalan beban menunjukkan peningkatan menjadi 108 kW dalam 10 tahun.