Tesis ini membahas studi kelayakan penerapan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Pulau Tunda, Banten, sebagai upaya meningkatkan rasio elektrifikasi yang masih rendah. Penelitian ini mengevaluasi aspek teknis dan ekonomis dari berbagai skenario, termasuk PLTD eksisting, PLTD-PLTS, PLTS-BESS, dan PLTD-PLTS-BESS, dengan mempertimbangkan indikator seperti LCOE, NPC, IRR, dan payback period. Hasilnya menunjukkan bahwa skenario PLTD-PLTS-BESS merupakan konfigurasi optimal yang secara signifikan menurunkan emisi karbon (hingga 85% dibandingkan PLTD eksisting), menghasilkan energi terbarukan 86%, serta layak secara teknis dan ekonomis dengan LCOE terendah yaitu 0,212 US$/kWh, NPC 1,89 juta USD, IRR 18%, dan payback 4,9 tahun. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi PLTS dan BESS pada sistem PLTD di Pulau Tunda dapat menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah terpencil lain untuk mencapai target elektrifikasi 100% dan mendukung transisi energi bersih di Indonesia.