Penelitian kajian probabilistik bahaya tsunami di Bali, NTB, dan NTT menyimpulkan bahwa dari 10.120 skenario simulasi tsunami akibat 9 patahan di sekitar wilayah tersebut, tinggi tsunami maksimum mencapai 64,61 m di Klungkung, Bali, dengan rerata 2,26 m. Frekuensi kejadian tsunami bervariasi, dengan wilayah seperti Gianyar, Jembrana, Buleleng (Bali), Sumbawa (NTB), serta Sikka dan Manggarai Barat (NTT) memiliki frekuensi tertinggi. Tsunami dengan kategori berbahaya (tinggi gelombang 3 m) memiliki persentase lokasi yang signifikan pada periode ulang 475 dan 2475 tahun. Patahan subduksi Bali, Flores Timur Thrust, Sumbawa Thrust, dan Timor FTB 2 dan 3 memberikan pengaruh terbesar pada tinggi gelombang di 20 lokasi strategis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sumber patahan dan menghitung parameter bahaya inundasi dengan data topografi yang lebih detail dan simulasi yang lebih panjang.